Dragster Muda Berbakat Jhendra Peking Berjaya di Sirkuit Sentul

724
BERBAKAT: Jhendra Peking akrab dengan drag bike sejak SMP.

Kota Madiun ternyata memiliki dragster muda berbakat. Bahkan, Jhendra ‘Peking’ Tira Avrilla tercatat sebagai pemegang rekor Ninja standar tercepat di Indonesia. Beberapa hari lalu, pemuda 22 tahun itu berhasil memenangi balapan di Sirkuit Sentul secara dramatis.

———-

DILA RAHMATIKA, Madiun

SETELAH memastikan setingan motor drag bermesin Kawasaki Ninja itu sesuai keinginan, Jhendra Tira Avrilla mengenakan helm dan bersiap menggeber kuda besinya. Persis di sebelahnya ada Ryan Mee, dragster asal Jakarta, juga ancang-ancang memacu tunggangannya.

Begitu bendera start berkibar, keduanya melesat dengan kecepatan tinggi. Di detik-detik awal, Ryan terlihat memimpin. Namun, beberapa meter menjelang finis, Jhendra secara dramatis mampu menyalip dan keluar sebagai pemenang.

Momen menegangkan itu terekam dalam balapan di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa lalu (18/6). Jhendra yang mengusung bendera Tryto Porject terlibat balapan dengan Ryan di landasan pacu sejauh 500 meter. ‘’Kemarin itu tidak ada timer, yang lebih cepat itulah pemenangnya,’’ ujar pemuda 22 tahun tersebut.

Bagi Jhendra, balapan itu merupakan yang paling menantang. Pasalnya, dia yang biasa nge-drag di jarak 201 meter, kali ini sejauh 500 meter. Jarak yang lebih panjang menuntut pembalap memiliki skill lebih saat mengendalikan motornya. ‘’Harus melawan angin juga. Jadi, pintar-pintarnya saja menyiasati agar laju motor stabil,’’ jelasnya.

Sebelum balapan itu, selama sepekan Jhendra harus bolak-bali Bogor-Jogjakarta untuk menyeting motor. ‘’Waktu satu minggu itu sebenarnya mepet. Soalnya, saya juga sedang persiapan turun di kejuraan nasional yang digelar dalam waktu dekat,’’ beber Jhendra.

Jhendra akrab dengan motor drag sejak masih berstatus pelajar SMP. Dari awalnya sekadar balapan liar dengan teman sebayanya, suatu ketika dia memberanikan diri ikut ajang balap di Madiun. Tak disangka, berhasil finis keempat. ‘’Teman-teman yang biayai. Waktu itu masih pakai helm pinjaman,’’  kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, Jhendra semakin piawai menggeber motor drag sebelum akhirnya mendapat tawaran gabung sejumlah tim. Kontrak pertama dari sebuah bengkel drag bike Surabaya. Tahun ini pemegang rekor Ninja standar tercepat di Indonesia itu bergabung Tryto Project featuring MY Gracing Jakarta.

Perjuangan Jhendra menjadi pembalap tidaklah mudah. Saat hendak gabung sebuah bengkel drag bike di Jogjakarta di awal-awal karirnya, dia terpaksa menjual helm untuk biaya hidup di sana. ‘’Dulu kalau balapan kalah ya nggak bisa jajan,’’ ucapnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here