dr Dewi Ema Anindia Ajak Hidup Sehat, Senam Bersama Warga

105
ENERGIK: dr Dewi Ema Anindia senam sehat bersama warga di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

MOJOKERTO – Calon legislatif (caleg) DPR RI Dapil VIII Jawa Timur (Kabupaten/Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun) dr Dewi Ema Anindia, melakukan kunjungan ke Kabupaten Mojokerto, kemarin (17/3). Caleg Partai Golkar nomor urut 3 ini menyempatkan diri untuk menyapa warga Dusun Damarsi, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar. Kedatangannya disambut antusias masyarakat yang sabar menunggu sejak pagi.

Selain untuk mengenalkan diri, kehadiran dokter muda ini sekaligus menyosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat. Oleh sebab itu, dalam kesempatan kemarin perempuan yang akrab disapa dokter Dewi ini mengajak lebih dengan melakukan senam sehat bersama.

Acara tersebut dimeriahkan sekitar 200 warga Desa Kepuhanyar. Tak hanya emak-emak, tetapi turut juga diramaikan kaum milenial. ”Sesuai profesi saya sebagai dokter, saya menganjurkan warga untuk hidup lebih sehat. Contohnya, dengan melakukan kegiatan olahraga minimal seminggu 1-2 kali,” terangnya.

Dengan energik, dokter Dewi naik ke atas panggung untuk melakukan senam sehat bersama. Menurutnya, kesehatan adalah modal utama dalam membentuk bangsa yang kuat. Oleh sebab itu, salah satu yang menjadi prioritas dalam programnya sebagai caleg DPR RI Dapil VIII Jatim adalah di bidang kesehatan. ”Suatu negara yang kuat bisa dimulai dari masyarakat yang sehat. Jika sehat, maka akan menjadi masyarakat yang kuat,” tandasnya.

Setidaknya, kepedulian itu sudah lama ia tekuni sejak lulus kuliah. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) ini cukup getol terjun langsung ke masyarakat. Baik sekadar melakukan sosalisasi tentang kesehatan, maupun mengulurkan tangan untuk membantu pengobatan warga yang membutuhkan.

Bahkan, saking seringnya turun ke daerah-daerah itu, dia juga dikenal sebagai dokter yang gemar blusukan. Dari pengalamannya itulah, dokter Dewi menampung banyak keluhan langsung dari masyarakat. ”Banyak yang mengeluhkan mengenai mereka tidak mendapat asuransi kesehatan, akses kesehatan yang sulit, dan fasilitas kesehatan yang kurang. Itulah hal-hal yang akan saya fokuskan,” tandasnya.

Tak hanya itu, sebab kesehatan juga harus berjalan berdampingan dengan bidang pendidikan. Perempuan kelahiran 10 Mei 1998 ini menilai, dunia pendidikan masih memerlukan perhatian lebih. Tidak sedikit sekolah yang membutuhkan sentuhan perbaikan akibat kondisi gedung yang mengalami kerusakan.

Selain fisik gedung, dia juga bertekad menyiapkan siswa-siswai yang sehat dan cerdas. Setidaknya, upaya itu dimulai dengan pemenuhan gizi anak sejak dini. ”Ini juga masuk sebagai salah satu program saya jika terpilih nanti, karena anak-anak adalah penerus bangsa. Supaya bisa cerdas, gizinya harus tercukupi,” tandasnya. Di samping itu, sampai saat ini dokter Dewi juga menggerakkan klinik kesehatan keliling untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Secara rutin, mobil kesehatan dan petugas medis akan turun ke daerah-daerah secara cuma-cuma. (ram/ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here