DPUPR Pacitan Inventarisasi Kondisi Sumur Bor

21

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Urusan mesin, merawat lebih sulit dari mengoperasikan. Terbukti, banyak bantuan sumur bor tak termanfaatkan dengan maksimal.

Kurun 1990-2018, Pacitan mendapat bantuan 45 unit yang tersebar di 12 kecamatan. Sumber bantuan beragam. Dari Badan Geologi Bandung (27 unit), P2AT oleh PU Pengairan (15 Unit), APBD II (2 unit), dan APBD I (1 unit). ‘’Merujuk data dari Dinas ESDM Jatim itu, belum semua wilayah ter-cover,’’ kata Kasi Penyehatan Lingkungan dan Air Bersih DPUPR Pacitan Imam Syafid Jumat (20/9).

Syafid masih meraba-raba kondisi sumur bor setahun terakhir. Namun, beberapa di antaranya dipastikan mangkrak dengan berbagai sebab. ‘’Masih kami inventarisasi, mana yang masih berfungsi,’’ ujarnya.

Yang sudah pasti tak berfungsi, sumur bor bantuan Badan Geologi Bandung di Sambong karena diesel rusak. Namun, tidak semua sumur bor yang tidak berfungsi kerusakannya sama. Ada yang disebabkan tidak adanya air yang bisa dibor. ‘’Juga, faktor usia,’’ imbuhnya.

Setelah inventarisasi, DPUPR bakal memasukkannya dalam daftar usulan perbaikan. Sementara sumur bor yang masih mengeluarkan air diperhitungkan membuatkan saluran. Sebab, sumur bor bantuan hanya sumur plus toren penampung air. ‘’Yang  masih berfungsi, akan diusulkan untuk meneruskan jaringan, sarana dan prasarana air bersihnya,’’ tegasnya.

Karena baru rencana, DPUPR Pacitan pun belum bisa memastikan berapa besaran anggaran yang disiapkan untuk perbaikan. ‘’Semua perlu perhitungan matang,’’ pungkasnya. (den/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here