Magetan

DPUPR Magetan Bantah Sumur P2T Biang Kekeringan

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan menampik keberadaan sumur proyek pengembangan air tanah (P2T) sebagai biang kekeringan. Pokok permasalahan ditengarai mengarah pada kedalaman sumber air sumur warga yang tidak sesuai standar ketika musim kemarau. ‘’Masalah ini sudah kami kaji dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai, Red) Bengawan Solo,’’ kata Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Magetan Yuli K. Iswahyudi.

Yuli mengatakan, kedalaman sumur warga rata-rata 20 meter. Sedangkan sumur pompa pengadaan pemerintah menjangkau lebih dalam hingga 60 meter. Artinya, warga hanya mengambil air permukaan. Di sisi lain, dalam kasus kemarau, batasan 20 meter itu memang tidak ideal. Mengingat topografi Magetan sedikit lebih tinggi ketimbang Madiun, Ponorogo, dan Ngawi. ‘’Polemik yang belakangan beredar karena kesalahpahaman teknis pengeboran,’’ klaimnya.

Dia mengimbau warga mengubah pola pengeboran sumur dengan menambah kedalamannya. Juga bisa memanfaatkan sumur P2T di kawasan terdekat. Itu sebagai alternatif lantaran upaya mencukupi kebutuhan air masyarakat masih sangat kurang. Debit air di sejumlah waduk dan embung menyusut lebih cepat karena kemarau datang lebih awal. ‘’Solusi jangka pendek kami mengeruk embung,’’ ucapnya. (mgc/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close