DPRD Usul Tambah Tayo ke Kemenhub

147

MADIUN – Tingginya animo pelajar yang memanfaatkan fasilitas bus sekolah menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Menyikapi persoalan tersebut, komisi II mengusulkan tambahan bus ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa hari lalu.

Ketua Komisi II DPRD Kota Madiun Ngedi Trisno Yushianto mengaku saat bertandang ke Kemenhub. Rombongan dewan asal Kota Karismatik ditemui langsung Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan tentang kemungkinan Kemenhub bisa membantu sharing anggaran pengadaan bus sekolah. ’’Ternyata tidak cuma share, tapi mereka justru bisa melakukan hibah yang pengadaannya melalui APBN. Ya, rencananya kami minta ke Kemenhub dua bus,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (1/2).

Ngedi tak menampik usulan itu disambut positif oleh pihak direktorat perhubungan darat. Hanya, ada sejumlah syarat yang perlu dilengkapi. Salah satunya adalah pengajuan proposal bantuan bus sekolah dari Dishub Kota Madiun. Dalam proposal itu juga wajib mencantumkan analisis serta alasan pemkot mengajukan bantuan moda transportasi masal tersebut. ’’Harus ada kajian berapa operasional yang harus dikeluarkan dalam sekali jalan termasuk animo pelajar menggunakan bus sekolah,’’ ujar politikus PKB tersebut.

Sebenarnya Dishub Kota Madiun sudah mempunyai tiga unit bus sekolah yang mulai dioperasikan per 1 Februari 2019. Hanya saja, kebutuhan itu dianggap masih kurang karena animo siswa menggunakan moda transportasi tersebut cukup tinggi. Tidak hanya siswa sekolah menengah pertama (SMP), tapi juga siswa SD dan SMA.

Selain mengusulkan bantuan tambahan bus sekolah, Ngedi mengungkapkan pihaknya menyarankan pemkot untuk membangun shelter bus. Terutama di titik penjemputan. Menurut dia, pengadaan shelter itu mudah. Karena tak harus dibuat permanen, tapi cukup berupa tangga naik ke bus.

Bahkan, pihaknya juga menyarankan adanya penambahan titik penjemputan bagi siswa. Karena saat ini dishub hanya menyediakan delapan titik pemberangkatan atau penjemputan. Jumlah itu dianggap masih kurang. ’’Tinggal nanti tempat untuk pemberhentiannya di mana saja, sebagian kan sudah ada shelter, sebagian juga shelter pendamping. Nah, itu yang harus dibuat,’’ katanya.

Meski sudah resmi beroperasi, Ngedi mengaku belum ada rencana pihaknya merespons untuk menyetujui penambahan bus sekolah kembali pada tahun ini. Kendati usulan penambahan bantuan armada dari Kemenhub nantinya gagal terealisasi. Menurut dia, pihaknya masih akan mengevaluasi terlebih dulu beroperasinya bus sekolah tersebut. ’’Paling tidak dalam waktu satu atau dua tahun, pengoperasian bus sekolah akan kami evaluasi,’’ tandasnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here