DPRD Semprot Rekanan Proyek Puskesmas Wungu

75

MEJAYAN – Rapat dengar pendapat (RDP) lanjutan DPRD Kabupaten Madiun dengan CV Sekawan Elok (SE) kemarin (29/10) menghangat. Rekanan proyek pembangunan Puskesmas Wungu itu tidak hanya diminta ngebut menyelesaikan pekerjaannya. Namun, juga harus memperhatikan kualitas. ‘’Jangan asal kebut-kebutan,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Rudi Triswahono.

Komisi D sengaja mengundang pihak dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) demi mengarahkan rekanan agar bisa bekerja on the track. DPUPR merekomendasi agar menjadwal ulang pekerjaan dari sebelumnya per mingguan jadi harian. Tujuannya, ketepatan waktu. Juga segera inden material yang sulit didapat. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu juga minta agar tidak mengganti produk material di luar perencanaan karena mahal.

Selain itu, demi mengejar tingginya persentase kekurangan pekerjaan, tidak logis bila hanya ditangani 25 pekerja. DPUPR meminta SE menambah man power. Sebab, energi pekerja terbatas. Terlebih mereka harus menambah jam kerja dengan lembur. Rekomendasi lainnya, pelaksana dan asisten pelaksana harus berada di lokasi setiap hari. Keduanya memantau kinerja para pekerja. ‘’Kami butuh komitmen rekanan menjalankan rekom demi mengejar penyelesaian proyek,’’ tegas Rudi.

Rudi mengatakan, kehadiran pelaksana dan asistennya demi mempermudah koordinasi. Selama ini, konsultan pengawas sulit bertemu pejabat kontraktor asal Bogo, Nganjuk, itu. Alhasil, temuan hasil pengawasan tidak segera dibenahi rekanan karena komunikasi hanya lewat handphone.

Menurut dia, bila ingin menyelesaikan tepat waktu dan berkualitas, sistem koordinasi harus cepat dan intens. ‘’Karena ini urusannya uang negara dan masyarakat. Kami hanya ingin asas manfaatnya beres untuk dinkes (dinas kesehatan, Red) dan masyarakat,’’ tuturnya.

Kemarin Direktur SE Wahyu Handoko akhirnya mendatangi undangan hearing. Pertemuan pertama Jumat lalu (26/10) deadlock karena pimpinan SE tidak ada. Dia berkomitmen menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Gambaran untuk menuntaskan pembangunan puskemas sebelum 12 Desember sesuai deadline dari dewan sudah ada di benaknya. ‘’Kami jalankan rekom dewan,’’ katanya usai RDP.

Wahyu menyebut ada tambahan lima pekerja. Sehingga, keseluruhan ada 30 pekerja. Dia mengklaim jumlah tersebut sudah cukup. Sebab, bakal dibagi sesuai klasifikasi tugas dan kemampuan. Termasuk reskedul menyesuaikan sisa waktu pekerjaan. ‘’Kami optimistis selesai tepat waktu. Kalaupun ada kendala, itu di internal kami,’’ ujarnya. (cor/c1/sat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here