DPRD Butuh Kepastian Pembangunan Sabo Dam

19

PACITAN – DPRD Pacitan tidak ingin rencana pembangunan sabo dam di Kali Brungkah, Wonosari, Karangrejo, Arjosari, jadi buah simalakama. Butuh kejelasan ada tidaknya kompensasi kepada warga terdampak pembangunan dam penahan material batu tersebut sebelum dikerjakan. Sebab, bisa muncul masalah lantaran bersinggungan dengan masyarakat. ‘’Harus ada kesepakatan dulu agar di belakang tidak ada masalah,’’ kata Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono kemarin (19/4).

Ronny belum tahu pasti teknis pembangunan sabo dam itu. Termasuk dampaknya bagi masyarakat sekitar lokasi. Di antaranya luasan lahan yang tertabrak proyek nasional itu. Pihaknya butuh kepastian. Pemkab pun diminta turun tangan memantau perkembangannya. ‘’Sehingga, jika pemkab butuh anggaran pembebasan lahan atau kompensasi untuk memuluskan proyek itu bisa dibicarakan dengan DPRD. Kami siap backup demi kepentingan daerah,’’ tegasnya.

Terkait klaim Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) warga mengikhlaskan lahannya untuk lokasi pembangunan sabo dam, menurut baik. Pasalnya bisa beramal untuk warga lain yang kerap jadi korban banjir batu di daerah aliran sungai (DAS) Kali Brungkah. Namunh yang terpenting, semua harus ada kesepakatan. Baik antara warga terdampak, BBWSBS dan pelaksana proyek. ‘’Semua harus terkomunikasikan dan tersosialisasikan. Sehingg aman terkendali dan kondusif. Harus podo penake,’’ ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Desa Karangrejo Sardi mengatakan telah ada kesepakatan kompensasi untuk warganya. Besarannya Rp 1 juta untuk warga yang lahannya dilewati kendaraan proyek pembangunan sabo dam. Sedangkan Rp 2 juta untuk warga yang lahannya tertabrak lokasi sabo dam. Namun, Sardi lupa jumlah warganya yang menerima kompensasi. Dia hanya ingat penerima kompensasi Rp 2 juta hanya dua orang. Yakni pemilik lahan di kanan-kiri sabo dam. ‘’Selain itu warga juga akan dipekerjakan dalam proyek ini,’’ tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, BBWSBS tidak menganggarkan ganti rugi atau kompensasi kepada warga terdampak pembangunan sabo dam. Sedangkan Camat Arjosari Didik Darmawan menyebut ada memorandum of understanding (MoU) yang berisi pemberian kompensasi atau tali asih kepada 17 warga terdampak. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here