DPP PDIP Pilih Johan Budi daripada Kanang

93

NGAWI – Nama Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono sempat mencuat dalam bursa bakal calon wakil gubernur dalam Pilkada Jatim 2018 lalu. Ternyata batal. Berikutnya, sempat disebut-sebut bakal bertarung dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 untuk kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur. Namun, lagi-lagi batal.

Rupanya, setelah melalui beberapa proses dan tahapan persiapan, Kanang memang memutuskan batal nyaleg. ‘’Secara personal Pak Kanang lebih memilih untuk tetap melanjutkan kepemimpinannya (sebagai bupati) di Ngawi,’’ kata Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Selasa (17/7).

Antok, sapaan akrabnya, tidak hanya menjelaskan batalnya Kanang nyaleg. Tapi juga menepis anggapan bupati Ngawi dua periode itu memilih mundur dari pencalegan lantaran muncul nama lain di dapil yang sama. ‘’Pembatalan itu bukan karena Johan Budi, tapi murni keputusan personal Pak Kanang,’’ ujar Antok yang juga ketua DPRD Ngawi ini.

Sebenarnya kans Kanang ke Senayan masih sangat terbuka lebar. Antok menyebut hingga menit terakhir kemarin pihaknya masih meminta untuk maju. Tapi, Kanang memilih melanjutkan kepemimpinannya di Ngawi hingga 2021 nanti. ‘’Kalau partai sebenarnya masih ingin Pak Kanang maju (caleg DPR RI),’’ terangnya.

Hanya, lanjut Antok, hingga kemarin pihaknya belum mendapat konfirmasi resmi dari DPP PDI Perjuangan terkait pencalegan Johan Budi. Kendati kewenangan penuh DPP PDI Perjuangan, namun biasanya pihak DPC dikonfirmasi. ‘’Bagaimanapun ujung tombak partai itu ada di DPC ke bawah,’’ paparnya.

Terkait peluang Johan Budi di dapil VII Jatim (Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek) yang cukup berat, Antok tetap menyambut positif keputusan partainya itu. ‘’Pada intinya siapa pun yang ditugaskan DPP untuk dapil VII Jatim, kami siap untuk bersinergi dan memenangkannya,’’ tegas Antok.

Antok juga menegaskan pengurus maupun kader PDI Perjuangan di Ngawi tidak kecewa dengan keputusan Kanang batal nyaleg. Kendati persiapan, termasuk konsolidasi, juga sudah ditempuh. Secara prinsip Antok yakin keputusan Kanang sudah matang. ‘’Sehingga tidak ada unsur kekecewaan kami sebagai pengurus maupun kader di tingkat bawah,’’ terangnya.

Sebaliknya, Antok bersyukur jika Johan Budi yang maju. Sebab, dari sisi ketokohan, mantan juru bicara KPK itu sudah tidak diragukan lagi. Namanya sudah cukup dikenal masyarakat. Sehingga, akan memudahkan sosialisasi. ‘’Saya rasa tidak kalah (dengan Kanang) soal popularitas, tapi untuk saat ini kita tunggu konfirmasi resminya,’’ pinta Antok.

Sementara itu, hingga petang kemarin Kanang belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, handphone-nya tidak aktif. Namun, menurut sumber internal di pemkab, hingga kemarin posisi Kanang masih di luar kota untuk kepentingan pribadi. (tif/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here