DPMPTSP Sebut Peternakan Ayam di Pilang Tak Berizin

280

NGAWI – Dugaan warga Dusun Pilang, Desa Ngompro, Pangkur, terkait serbuan lalat dan sumber bau tidak sedap yang mengarah ke peternakan ayam di dusun setempat bisa jadi tidak salah. Sebab, berdasarkan data di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi, usaha peternakan ayam itu belum mengantongi izin. ‘’Kandangnya (ayam, Red) itu ilegal,’’ kata Kabid Perizinan Usaha DPMPTSP Ngawi Budiono kemarin (10/1).

Karena belum berizin, Budiono meragukan usaha tersebut sudah memiliki surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL) dari dinas lingkungan hidup (DLH). ‘’Kalau sudah ada SPPL, pengelolaan limbahnya jelas. Kesehatan lingkungannya terjamin dan warga sekitar tidak akan terganggu dengan bau busuk dari kandang,’’ ujarnya.

Budiono menyebut, proses penerbitan SPPL harus melibatkan konsultan ahli di bidangnya. Risetnya pun tidak sebentar karena wajib melalui uji laboratorium di Surabaya. ‘’Kami pastikan sebelum ada SPPL itu izinnya tidak akan keluar,’’ tegasnya. ‘’Nanti akan kami buatkan surat perintah penertiban (peternakan ayam di Dusun Pilang, Red) kepada satpol PP,’’ imbuhnya.

Kepala Satpol PP Ngawi Eko Heru Tjahjono mengungkapkan, sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait usaha peternakan ayam di Dusun Pilang, Ngompro. Karena itu, meski DPMPTSP menyebut ilegal, pihaknya belum melakukan upaya penindakan. ‘’Kalau ada laporan atau surat perintah dari dinas terkait, kami baru bergerak,’’ katanya.

Heru menambahkan, jika ada laporan seputar keluhan masyarakat terkait kandang ayam, pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Dia mencontohkan, warga Desa Jatipuro, Karangjati, yang belum lama ini juga mengeluhkan bau tidak sedap dari peternakan ayam di desa tetangganya. ‘’Waktu itu langsung kami tindak lanjuti dengan pengecekan ke lokasi,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Pilang diresahkan serbuan lalat sejak sepekan terakhir. Munculnya jenis serangga itu diduga terkait keberadaan kandang ayam di dusun setempat yang sebelumnya sempat diprotes lantaran mengeluarkan bau tak sedap.

Sutrisno, pemilik kandang ayam, menyangkal ribuan lalat itu muncul dari peternakannya. Pun, dia menyebut kandangnya sudah tidak lagi berbau lantaran bagian bawahnya telah diuruk. Meski begitu, Sutrisno berjanji bakal memperbaiki sistem kandang ayamnya supaya tidak menimbulkan keresahan warga setempat. Dia akan segera menutup semua bagian kandang dan membuat sistem pembuangan limbah menggunakan blower sehingga baunya tidak menyebar ke mana-mana. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here