Magetan

DPMD Magetan Cek dan Kaji Proyek Fisik Baleasri

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan sudah menyiapkan amunisi untuk menghadapi Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan.

Pekan ini, DPMD bakal dimintai keterangan dalam dugaan korupsi di Pemdes Baleasri, Ngariboyo. ‘’Saya sudah perintahkan teman-teman untuk kroscek proyek di sana (Baleasri, Red),’’ kata Kepala DPMD Magetan Eko Muryanto.

Selain mengecek kegiatan fisik yang dipersoalkan kejaksaan, DPMD juga bakal melakukan kajian. Apa kelemahan dari pelaksanaan kegiatan itu hingga mencuat dugaan penyelewengan anggaran. Terlebih lagi, kegiatan yang dipersoal itu dilaksanakan 2017-2018 silam. Eko tak ingin buru-buru menyimpulkan karena di tahun itu belum menakhodai DPMD Magetan. ‘’Kami kroscek sekalian kami kaji kelemahannya di mana,’’ ujar mantan kepala Bakesbangpol Magetan itu.

Eko mengaku kaget setelah mendapatkan informasi seputar dugaan kegiatan fiktif berupa pembangunan talut dan kamar mandi. Pasalnya, dia tidak menemukan kejanggalan dari laporan Kecamatan Ngariboyo. Camat juga menyatakan kegiatan yang dilaksanakan Pemdes Baleasri klir. Apalagi, pencairan dana desa (DD) di dua tahun tersebut tidak mengalami masalah. ‘’Kami kaget ada temuan dua kegiatan fiktif,’’ ucapnya.

Sebelum duit itu ditransfer ke rekening Pemdes Baleasri, sudah ada verifikasi dari pihak kecamatan. Sesuai dengan mekanisme yang tertuang dalam peraturan bupati (perbup), salah satu syarat pencairan DD ketika kecamatan sudah memverifikasi berkas pencairan dari desa. Lantaran berkas tersebut sudah terverifikasi, DPMD tidak menaruh curiga apa pun dan beranggapan kegiatan lancar. Berkas itu pun diteruskan kepada Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Magetan. ‘’Tidak ada masalah pada pencairan,’’ jelasnya.

Eko menambahkan, setiap kecamatan membentuk tim verifikasi pencairan DD. Ada lima anggota pada tim yang dibentuk oleh camat. Ketika tim sudah merekomendasikan, DD sudah pasti bisa dicairkan. Karenanya, penyalahgunaan DD 2017-2018 oleh Pemdes Baleasri di luar dugaan. Namun, itu juga harus menjadi pelajaran bagi tim verifikasi kecamatan lain. Agar lebih teliti dalam memberikan rekomendasi. Supaya tidak muncul masalah seperti sekarang ini. ‘’Ini harus dijadikan pelajaran,’’ tuturnya.

Hingga kini, pihak kejaksaan masih belum menetapkan tersangka dari dugaan korupsi di tubuh Pemdes Baleasri. Kejaksaan berencana menambah daftar saksi yang akan dipanggil pekan ini. Mulai dari pemilik toko di mana Pemdes Baleasri membeli kain seragam hingga pihak DPMD Magetan. Sebab, para jaksa yang menggeledah kantor desa dua pekan lalu menemukan kuitansi yang seharusnya dibuat oleh pemilik toko, namun dikeluarkan pemdes. ‘’Kami akan memanggil saksi lagi,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Magetan Agus Zaeni. (bel/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close