DP Seleksi Para Pejuang Pendidikan

28

MADIUN – Tantangan dunia  pendidikan di kota Madiun ke depan semakin kompleks. Tak hanya strategi dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah harus mampu ambil bagian dalam menjawab revolusi industri 4.0. Di lain sisi satuan pendidikan di kota karismatik dituntut mempertajam pendidikan karakter sebagai benteng dampak negatif era globalisasi. ’’Tantangan dunia pendidikan semakin komprehensif, sehingga dewan pendidikan harus mampu meningkatkan kualitas pengawasannya,’’ ujar sekretaris Dewan Pendidikan (DP) Kota Madiun, Eddie Sanyoto kemarin.

Eddie mengatakan seluruh satuan pendidikan di kota Madiun akrab dengan teknologi. Hal itu disiapkan untuk menjawab tantangan zaman terkait revolusi industri 4.0. Kegiatan belajar mengajar (KBM) tak lagi monoton, lantaran guru banyak memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menunjang tugasnya dalam transfer knowledge. Bahkan tugas dan evaluasi kini dapat dilakukan secara online. ‘’Dari sisi kecanggihan dan kemudahan sangat membantu, siswa lebih aware terhadap hal-hal baru, namun digitalisasi pendidikan bagai mata pisau bermata dua, punya sisi negatif,’’ katanya.

Kata dia, untuk menangkal sisi negatif era globalisasi dengan dilakukan penajaman pendidikan karakter. Hal itu tak hanya menjadi tanggung jawab guru dan satuan pendidikan, namun menjadi tangungjawab bersama, termasuk orang tua. Penanaman pendidikan karakter sejak dini dinilai ampuh untuk membentengi peserta didik dari virus negatif globalisasi. ’’Guru punya peranan signifikan dalam membagikan nilai-nilai positif dan mengisnpirasi siswanya. Dan ini (peran guru, Red) tak dapat digantikan oleh kecanggihan teknologi,’’ paparnya.

Eddie mengatakan DP memiliki tangungjawab dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di kota Madiun. Kendati DP merupakan badan yang bersifat mandiri, tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan satuan pendidikan maupun lembaga pemerintah lain. karena tujuan dibentuknya DP untuk mewadahi, menyalurkan aspirasi masyarakat dalam melahirkan kebijakan dan program pendidikan di kabupaten/kota. selain itu menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di kota Madiun. ’’Dewan pendidikan memiliki peran Pertimbangan, Pendukung, Pengontrol, Mediator atau dikenal (P3M)’’ terangnya

Kata dia, pertimbangandewan pendidikan dibutuhkan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan (Advisory). Sedangkan dukungan dalam bentuk finansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelengraaan pendidikan. selain itu pengontrol dalam transparansi dan akuntabilitas penyelenggraan pendidikan. ’’Kami tidak mendapat gaji, semuanya lillahi taala, berjuang untuk kemaslahatan,’’ tegasnya.

Menurutnya anggota dewan pendidikan periode 2014-2019 sudah mendekati paripurna.  Kepengurusan baru untuk periode 2019-2014 segera  dibentuk melalui pendafataran yang dibuka untuk umum hingga 13 April besok. Pendaftaran dilakukan di kantor dewan pendidikan di jalan Kresno 12 kota Madiun. ‘’ kami mencari pejuang pendidikan untuk kemajuan dunia pendidikan di Kota Madiun,’’ terang pria yang juga ketua panitia seleksi anggota dewan pendidikan. (pra/ser/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here