Madiun

Double Track Babadan-Geneng Mulai Beroperasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jalur ganda Babadan-Geneng mulai beroperasi Rabu (16/10). Jalur sepanjang 28,7 kilometer itu menjadi bagian lintas Surabaya-Solo yang merupakan proyek strategis nasional. Selain meningkatkan pelayanan, digadang-gadang mendongkrak perekonomian masyarakat.

Sebelumnya, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan dan mengoperasikan jalur ganda segmen Baron-Nganjuk-Babadan sepanjang 50,9 kilometer. ‘’Pembangunan jalur ganda ini untuk meningkatkan kapasitas transportasi di Indonesia,’’ kata Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Heru Wisnu Wibowo.

Selain membangun jalur ganda pada ruas Madiun-Kedung Banteng, Ditjen Perkeretaapian juga membangun lima stasiun baru, 37 jembatan baru, 39 unit box culvert, serta melakukan pekerjaan persinyalan dan telekomunikasi. Kelima stasiun yang dibangun meliputi Stasiun Barat, Stasiun Geneng, Stasiun Paron, Stasiun Kedunggalar, dan Stasiun Walikukun. ‘’Ada banyak manfaat yang bisa diraih dengan mempersingkat waktu tempuh, meningkatkan kapasitas operasi kereta api, dan meningkatkan pelayanan mobilitas orang dan barang,’’ ujarnya.

Selain meningkatkan kapasitas dan frekuensi perjalanan KA menjadi dua kali lipat, jalur ganda juga bisa mengatasi masalah darurat yang bisa muncul setiap saat. ‘’Misalkan terjadi sesuatu di salah satu rel, rusak atau ada kereta anjlok, kereta yang lain masih bisa beroperasi. Selama ini, jika terjadi sesuatu pada rel, kami melakukan pengalihan jalur, sehingga perjalanan lebih jauh,’’ ungkapnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Bagian Timur Nur Setiawan Sidik menambahkan, pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa yang berada di wilayah kerjanya terbagi dua paket. Paket pertama Jalur Ganda Jombang Madiun (JGJM) sepanjang 84 kilometer yang sudah dioperasionalkan sejauh 54 kilometer mulai dari Stasiun Baron sampai dengan Stasiun Babadan. Untuk Stasiun Jombang sampai Baron akan menyusul berikutnya. Sedangkan untuk paket kedua adalah Jalur Ganda Madiun Kedungbanteng (JGMK) sepanjang 57 Kilometer.

Jalur KA Jombang-Madiun termasuk jalur yang padat. Dalam sehari dilalui sekitar 118 KA. Perinciannya, 56 KA melalui jalur Kertosono-Madiun dan 62 KA melalui jalur Jombang-Kertosono. Di lintas tersebut terdapat sekitar tujuh perlintasan resmi terjaga, sembilan perlintasan tak terjaga tetapi menggunakan early warning system (EWS), empat perlintasan tak terjaga tanpa EWS, satu jalan layang, dan dua terowongan (underpass). (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close