Dor!!! Komplotan Maling Komputer Ditembak

403

PONOROGO – Tamat sudah riwayat sindikat spesialisasi pencurian komputer dan laptop sekolah. Anggota komplotan asal Bojonegoro dan Banten dihadiahi timah panas usai beraksi di Lamongan pukul 03.30 kemarin (10/12). Aparat bersikap tegas lantaran para pelaku sempat melawan dengan menyabetkan senjata tajam (sajam) dan kunci ban mobil.

Kedua pelaku yang didor adalah Sugiyanto, 53, asal Bojonegoro, dan Arjudin, 29, asal Rangkas Bitung, Lebak, Banten, kini dirawat di RSU Aisyiyah Ponorogo. Keduanya tepergok tim buser gabungan Polres Ponorogo, Polres Trenggalek, dan Polres Madiun Kota saat keluar dari SMPN 1 Laren, Lamongan. ‘’Kami buru para pelaku ke Lamongan,’’ kata Kanit Resmob Polres Ponorogo Ipda Tidar Laksono.

Kedua pelaku bersama tiga kawanan lainnya menggondol komputer di sekolah tersebut. Petugas gabungan pun langsung mengejarnya. Komplotan yang mengetahui ada yang membuntuti berusaha menghilangkan jejak. Namun, petugas berhasil menghentikan kendaraan mereka di Jembatan Laren, Lamongan.

Pelaku pun nekat melawan saat petugas hendak memintai keterangan. Mereka berusaha kabur. Bahkan sempat menyerang petugas dengan sajam dan kunci ban mobil. Petugas lantas menghadiahi kelimanya dengan timah panas. ‘’Dua pelaku kami bawa ke Mapolres Ponorogo,’’ ujarnya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan 14 unit mini personal computer (PC) hasil membobol SMPN 1 Laren, Lamongan. Tidar menyebut sindikat tersebut telah beraksi di tujuh daerah. Yakni di Ponorogo, Trenggalek, Nganjuk, Kota Madiun, Jombang, Ngawi, dan Lamongan. Sasarannya laptop, komputer, central processing unit (CPU), dan mini PC di sekolah-sekolah. ‘’Mereka punya tugas masing-masing,’’ paparnya.

Dua pelaku yang diamankan di Mapolres Ponorogo bertugas sebagai eksekutor. Mereka masuk ke laboratorium sekolah setelah menjebol pintu pagar sekolah. Biasanya mereka beraksi dini hari. ‘’Semua komputer curian dijual ke Jakarta,’’ tuturnya.

Petugas masih melakukan pengembangan adanya penadah di Jakarta. Sebab, hasil curian sindikat tersebut dilempar ke ibu kota. ‘’Terkait penadah masih akan kami kembangkan. Yang jelas kelimanya merupakan spesialis pembobol sekolah. Khususnya mencuri laptop dan komputer,’’ sambungnya.

Sugiyanto, salah seorang pelaku, mengaku bersama komplotannya membobol SMAN 1 Pulung, Minggu (18/11). Dia bersama Arjudin bertugas mengangkut 30 laptop, 20 CPU, dan satu server dari laboratorium komputer sekolah tersebut. ‘’Saya cuma ikut-ikutan, gak tahu apa-apa,’’ dalihnya  saat menjalani perawatan di RSU Aisyiyah Ponorogo kemarin (10/12).

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko mengatakan telah mencium  sindikat spesialis pembobol komputer sekolah yang berkeliaran di wilayah hukumnya. Itu setelah salah satu sekolah di Ngawi dijarah usai beraksi di Ponorogo. ‘’Kami sudah lakukan koordinasi dengan polres lain,’’ kata Maryoko. (mg7/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here