Dongkrak Industri Kreatif Batik Ponorogo

97

PONOROGO – Demi mewujudkan 2019 sebagai tahun wisata, pemkab menggeber Visit Ponorogo 2019. Salah satu event yang dihelat, yaitu Batik Street Exhibition (BSE) 2019 pada Sabtu (23/3) lalu di Jalan Alun-Alun Timur.

Karpet merah sepanjang kurang lebih 200 meter dibeber di jalan depan kantor bupati untuk catwalk. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah pun terlihat memadati kawasan Alun-Alun Ponorogo.

previous arrow
next arrow
Slider

Mereka terlihat antusias ketika 105 peserta fashion competition berlenggak lenggok memamerkan batik khas Ponorogo yang didesain dengan gaya kasual oleh para desainer lokal dan luar daerah. Langit berawan dengan angin semilir menyempurnakan ajang yang baru berlangsung untuk kali pertama ini. ‘’Batik Ponorogo itu motifnya bagus-bagus. Dimodifikasi dalam bentuk busana apapun, tetap punya nilai tinggi,’’ sebut Wabup Soedjarno.

Menurut dia, batik merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Dengan adanya BSE 2019, Soedjarno berharap bisa mendongkrak popularitas Batik Ponorogo yang bermotif reyog. Serta memunculkan perajin dan desainer batik baru di Ponorogo. ‘’Harapan kami, juga tumbuh kesadaran di masyarakat untuk semakin mencintai batik dan bangga mengenakan batik,’’ ujar wabup.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Slamet Lilik Raharjo mengatakan, BSE 2019 sengaja digelar untuk menggairahkan industri batik di Kota Reyog. Event ini, menurutnya, juga dapat menjadi ajang bagi para desainer menampilkan kreasi karya batik mereka. Karena itu, dia menyatakan event BSE bakal dikembangkan lebih besar lagi tahun depan. ‘’Harapannya, dapat memantik multiplier effect industri kreatif di Ponorogo. Dan, potensi itu ada,’’ ungkapnya. (naz/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here