Dominasi PDIP Terancam Tamat, Demokrat-Golkar Bersaing Kekat

236

MAGETAN – Peta politik di Magetan berpotensi berubah. PDIP yang sudah berkuasa sejak pemilu 1999 lalu tersungkur. Posisinya berpeluang digantikan oleh Demokrat. Hasil itu diperoleh berdasarkan hitung cepat form C1 plano yang dilakukan oleh KPU sampai dengan pukul 19.15, Minggu (21/4).

Dari real count tersebut diketahui Demokrat sementara mendulang suara terbanyak. Dengan perolehan 7.763 suara atau 17,8 persen. Kemudian disusul Golkar dengan 7.672 suara (17,59 persen). Setelah itu ada PDIP sebagai partai politik (parpol) penguasa pada pemilu lima tahun lalu memperoleh 6.317 suara (14,49 persen). Serta PKB dengan 4.761 suara (10,92 persen).

Kendati demikian, hasil itu belum final. Karena suara yang masuk baru 10,6 persen dari 236 TPS. Sementara jumlah keseluruhan TPS pemilu di Kota Madiun ada 2.207. ‘’Sampai dengan saat ini, kami masih terus melakukan pendataan form C1 yang dikirimkan oleh masing-masing kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS),’’ kata Ketua KPU Magetan Popy MS Putranto kemarin (21/4).

Seperti diketahui hasil sistem informasi penghitungan suara (situng) itu, merupakan bahan informasi awal bagi masyarakat. Namun belum bisa menjadi acuan data final hasil pemilu 2019.

Di pihak lain, pengamat politik lokal Thoyieb Rantiono mengatakan besar kemungkinan angin politik di Magetan berubah haluan. Dari sebelumnya didominasi oleh PDIP yang menghimpun 8 kursi pada pemilu 2014, bisa digusur oleh Demokrat.

Perolehan suara partai berlambang bintang mercy itu melejit pada pemilu 2019. Mereka berpeluang menambah perolehan jumlah kursi di DPRD yang sebelumnya hanya mendapat 7 kursi pada pemilu lima tahun lalu. ‘’Besar kemungkinan target partai untuk meraih sembilan kursi pada pemilu 2019 bisa tercapai,’’ katanya.

Menurut dia, naiknya perolehan suara Demokrat itu linier dengan hasil pilkada 2018 lalu. Seperti diketahui, saat itu mereka mengusung Suprawoto-Nanik Endang Rusminiarti sebagai pasangan cabup dan cawabup. ‘’Secara tak langsung memberikan dampak positif bagi partai hasil pilkada tahun lalu,’’ ujar Thoyieb.

Pada posisi saat ini, Demokrat sedang bersaing ketat dengan Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu mengunting dibelakang mereka. Bahkan, perolehan suara kedua parpol tersebut saling bekejaran di lima daerah pemilihan (dapil). ‘’Tapi, perolehan suara yang ada sekarang masih dinamis,’’ tuturnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here