DOKTRIN KIAMAT: Lampu Hijau Pindah Domisili

85

PONOROGO – Sikap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ponorogo fleksibel. Ini menyikapi persoalan puluhan warga Bumi Reyog yang pindah ke Kabupaten Malang gara-gara termakan doktrin kiamat. Disdukcapil siap memfasilitasi jika warga yang bersangkutan menghendaki pindah domisili. ’’Keputusan ada di warga yang bersangkutan. Apakah mau pindah atau menetap di daerah asal,’’ kata Kepala Disdukcapil Ponorogo Vifson Suisno.

Vifson kembali menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di warga bersangkutan. Jika warga menghendaki pindah, pihaknya siap memfasilitasi. Prosesnya juga bakal dilayani saat itu juga. ’’Kami layani juga di sana, jika memang warga ingin pindah. Tentunya ada syarat yang harus disetorkan,’’ ujarnya.

Bagi warga yang ingin pindah hanya cukup menyetorkan KTP elektronik dan kartu keluarga (KK). Secara otomatis, sistem database berubah sesuai dengan domisili yang dikehendaki warga. ’’Secara aturan memang ada bagi warga yang sudah pindah, dalam kurun waktu tertentu harus melapor,’’ tuturnya.

Sesuai aturan, warga yang bukan penduduk di daerah setempat dan tinggal dalam waktu enam bulan harus melapor. Atau, disdukcapil setempat harus melakukan pendataan terhadap warga tersebut. ‘’Sehingga nantinya data itu akan sinkron dan terkoneksi dengan daerah asal warga yang bersangkutan,’’ sambung Vifson.

Dari total 62 warga yang hijrah, seluruhnya tertib administrasi. Pihaknya telah melakukan pengecekan database kependudukan warga yang bersangkutan. Seluruhnya memiliki e-KTP dan KK. ’’Seluruhnya tertib administrasi, ada e-KTP dan KK. Itu menjadi poin penting karena tidak ada kendala lagi saat kami memfasilitasi di sana,’’ paparnya.

Pihaknya berharap warga dapat kembali ke daerah asal. Menurutnya, pertimbangan prioritas adalah soal pendidikan anak-anak yang bersangkutan. ’’Jangan sampai pendidikan anak mereka terbengkalai. Kaitannya dengan masa depan mereka,’’ katanya.

Kendati demikian, pihaknya tidak dapat memaksa jika warga menghendaki pindah. Sebab, berkaitan dengan keyakinan, keamanan, dan kenyamanan. Pun keputusan sepenuhnya berada di tangan warga. ‘’Kami juga tidak bisa memaksa karena hubungan dengan iman dan keyakinan,’’ tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, tim khusus bentukan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni bakal diberangkatkan ke Kasembon, Malang, Jumat mendatang (29/3). Tim khusus tersebut terdiri dari unsur Kemenag; MUI; disdukcapil; dindik; dinkes; kesbangpol; camat Badegan; serta kepala Desa Watu Bonang, Badegan, Ponorogo. ‘’Intinya kami siap bertugas sesuai dengan arahan Pak Bupati,’’ ucapnya.

Pihaknya berharap proses mediasi yang dilakukan tim khusus dapat berjalan seperti yang diharapkan bersama. Pun dapat meredam situasi yang semakin meresahkan lantaran isu doktrin kiamat. ‘’Di sana kami juga akan memastikan keberadaan warga kita. Tentunya semoga situasi ini dapat berangsur pulih,’’ harapnya. (mg7/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here