Magetan

DLH Magetan Borong 5 Unit Sarana Persampahan

Butuh Anggaran Rp 3,62 Miliar

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Produksi sampah di Magetan mencapai 280 ton per hari. Sementara, yang diambil dinas lingkungan hidup (DLH) setempat untuk ditampung di TPA Milangasri hanya sebanyak 30 ton. Untuk mengatasi sisanya yang selama ini belum tertangani itu DLH memborong lima unit sarana persampahan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019. Yakni, dua unit armroll truck, dua kontainer, dan satu compactor truck.

Plt Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun mengatakan, butuh anggaran hingga Rp 3,62 miliar untuk pengadaan tiga jenis sarana kebersihan itu. Pembelian lima unit sarana tersebut kini tengah diproses unit layanan pengadaan (ULP) setdakab.

Muchliss –sapaan akrab Saif Muchlissun- menyebut, proses pengadaan sudah memasuki tahapan pengumuman pascakualifikasi. Namun, tak banyak peserta yang mengikuti pelelangan tersebut. Hanya satu hingga lima untuk setiap item. ‘’Kami serahkan mekanismenya kepada teman-teman di ULP,’’ ujarnya Rabu (5/11).

Dengan sarana itu, lanjut dia, kelak sampah dari wilayah yang belum terjangkau petugas DLH bisa ditampung di kontainer. Ada dua unit kontainer berkapasitas 6 meter kubik yang bakal dibeli.. ‘’Nanti juga akan ditempatkan di titik yang mengadakan acara besar supaya sampah itu tidak berserakan dan dibuang di sembarang tempat,’’ katanya.

Setelah kontainer penuh, giliran armroll truck yang membawa tumpukan sampah di dalamnya ke TPA. Sedangkan compactor truck digunakan untuk menangani sampah-sampah popok yang selama tak tertangani maksimal. ‘’Selama ini ada yang dibuang ke sungai, ada juga di pinggir jalan,’’ ungkapnya.

Meski sarana kebersihan bakal bertambah lima unit, menurut Muchlis, masih jauh dari kata ideal. Sebab, potensi sampah di Magetan yang mencapai 280 ton sehari. Untuk menyiasatinya, kepala daerah telah memerintahkan kepala desa dan kelurahan agar menangani sampah di wilayah masing-masing melalui Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019. ‘’Kami terus memantau apakah teman-teman di desa dan kelurahan sudah menjalankan instruksi tersebut,’’ imbuhnya.

Dalam instruksi itu, bupati mewajibkan setiap kades dan lurah mendirikan minimal tiga bank sampah. Juga mewajibkan untuk membentuk pokja kebersihan. ‘’Dalam instruksi itu diwajibkan pula untuk membuat TPS terpadu,’’ pungkasnya. (bel/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close