Ditumbur Mira, Avanza Terseret Belasan Meter, Sopir Tewas

567

NGAWI – Lagi-lagi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Bumi Orek-Orek. Kali ini melibatkan bus Mira nopol S 7278 US dengan Toyota Avanza nopol H 9290 FM. Kecelakaan terjadi di Km 31-32 Jalan Raya Ngawi–Mantingan, masuk Desa Sambirejo, Mantingan, pukul 22.30 kemarin (27/12). Sopir Avanza tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Pun, dua penumpang mobil rombongan pondok pesantren asal Semarang menuju Jombang itu mengalami luka-luka. ’’Mau putar balik mobilnya,’’ kata kondektur bus Mira, Yoyok Arbai, 50.

Bus dan mobil yang terlibat laka sama-sama melaju dari arah barat. Yoyok yang saat itu duduk di bangku ketiga dari depan mengatakan bahwa bus sudah tidak bisa menghindari tabrakan. Disebutkannya, Avanza secara mendadak putar balik. Pun Yoyok tidak menampik bahwa laju bus saat itu kelewat kencang lantaran jalanan terbilang sepi. ’’Kayaknya mobil tidak kasih lampu sein,’’ ujarnya.

Yoyok tahu persis bagaimana kondisi histeris di dalam bus dengan 36 penumpang dan tiga awak itu sesaat sebelum pecah tabrakan. Dikatakannya, bus sempat lebih dulu terseok-seok lantaran mengerem. Namun, pecah kecelakaan tidak bisa dihindari karena jarak terlalu dekat. Badan sisi kanan Avanza terhantam moncong bus. ’’Teriak-teriak di dalam bus. Semua selamat karena sudah melakukan antisipasi tabrakan sebelumnya,’’ papar Yoyok.

Bus Mira yang dikemudikan Muh. Nur Wahid, 31, asal Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, itu belum bisa berhenti setelah hantaman terjadi. Avanza yang dikendarai M. Dani Ikhsan, 16, asal Desa Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kabupaten Semarang, itu terdorong bus hingga belasan meter. ‘’Bus oleng terus pas mendorong mobil. Mobil terlempar masuk parit ke kiri (utara), bus ke kanan, dan baru bisa berhenti setelah menabrak pohon,’’ terang kondektur asal Desa Gendingan, Widodaren, tersebut.

Terhantam, terseret, dan terlempar begitu keras, pengemudi Avanza yang masih pelajar itu tak terselamatkan nyawanya. Dia terjepit di ruang kemudi yang ringsek. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengemudi mobil berkelir silver itu baru bisa dikeluarkan kurang lebih satu jam oleh warga setempat dan anggota Pos Laka 2 Polres Ngawi yang mendatangi lokasi kejadian. ’’Pengemudi Avanza meninggal di TKP. Satu penumpang patah tulang lengan kanan. Satu penumpang lagi luka di pelipis kanan dan wajahnya,’’ ungkap Danpos Laka 2 Polres Ngawi Aiptu Edi Widodo.

Hasil olah TKP, kata Edi, Avanza sempat terdorong bus sepanjang belasan meter sesaat setelah pecah tabrakan terjadi. Avanza akhirnya terlempar ke arah kiri, sementara bus berhenti setelah menabrak pohon di sebelah kanan badan jalan. Pun, Edi tidak menampik bahwa Avanza saat itu hendak putar balik. ’’Rombongan pondok pesantren dari Semarang, mau ziarah ke daerah Jombang. Total ada delapan orang di dalam mobil, satu sopir dan tujuh penumpang,’’ urainya.

Nyawa pengemudi Avanza tak terselamatkan. Dua penumpang seumuran dengan pengemudi Avanza yang duduk di sebelah kanan mobil, tak luput dari celaka. Edi menambahkan, rombongan pondok pesantren asal Semarang itu memang sedang putar balik. Yakni hendak mampir ke masjid di Pondok Gontor. ‘’Dua kendaraan sudah kami amankan. Sopir bus masih diperiksa di Polres Ngawi,’’ pungkas Edi. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here