Ngawi

Dituding Terlibat Pungli dan Takut Istri, Oknum Kasun Didemo Warga

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan warga Dusun Cangaan, Kawu, Kedunggalar, berunjuk rasa di depan kantor desa setempat Senin (11/11). Mereka menuntut Mar, kepala dusun (kasun) Cangaan, mundur dari jabatannya.

Warga menuding Mar melakukan pungutan liar (pungli) saat program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) beberapa waktu lalu. ‘’Namanya pemutihan (PTSL, Red) kan seharusnya tidak bayar, tapi oleh kasun dimintai uang,’’ kata Ismiati, salah seorang pengunjuk rasa.

Ismiati menyebut, uang itu diminta saat program pemecahan sertifikat tanah. Tiap warga ditarik bervariasi, mulai Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu. Pun, kala itu sempat diprotes warga hingga sebagian duit dikembalikan. ‘’Ada yang dikembalikan ada yang tidak. Tapi, sekarang katanya sudah ditangani polres (Satreskrim Polres Ngawi, Red),’’ ujarnya.

Selain dugaan pungli, lanjut dia, selama ini hubungan Mar dengan masyarakat setempat kurang harmonis. Terlebih setelah memiliki istri baru pasca bercerai. Warga menilai Mar selalu membela istrinya saat terlibat permasalahan sepele dengan warga. ‘’Takut dengan istrinya. Kalau ada masalah sedikit dibesarkan, di-satru,’’ beber Ismiati.

Aksi demo itu digelar sekitar pukul 09.30. Awalnya massa berkumpul di pertigaan dusun. Kemudian, menggunakan bus mini, pikap, dan kendaraan roda dua mereka menuju kantor Desa Kawu.

Massa berjumlah sekitar 50 orang. Beberapa di antaranya ibu-ibu. Tak lupa mereka membawa poster. Di antaranya, bertuliskan Turunkan Kasun Cangaan tanpa Syarat, Jangan Memelihara Tikus Kantor, Jangan Lindungi Kasun Salah, dan Jadikan Contoh Masyarakat Desa. Sementara, ratusan petugas tampak berjaga-jaga selama demo berlangsung. Sampai di kantor desa, massa langsung melakukan orasi menuntut Mar mundur.

Didampingi petugas Polsek Karanganyar, pihak desa lantas melakukan mediasi bersama warga dan Mar. Proses mediasi berlangsung alot sekitar dua jam sebelum akhirnya mencapai beberapa kesepakatan. Di antaranya, sang kasun meminta maaf kepada 164 kepala keluarga Dusun Cangaan. Jika dalam dua hari ke depan tidak dilaksanakan, warga mendesak Mar mundur. ‘’Sudah kami mediasi, dan hasilnya besok (hari ini, Red) kasun akan meminta maaf door-to-door ke masyarakat,’’ kata Kepala Desa Kawu Ali Imron.

Saat disinggung soal dugaan pungli yang dilakukan Mar, Ali menampik tudingan warga tersebut. Dia menilai hal itu sekadar dipicu kesalahpahaman. ‘’Tidak (pungli), tadi (kemarin, Red) sudah kami jelaskan di depan warga,’’ ujar Ali.

Sementara itu, Mar mengakui adanya hubungan yang kurang harmonis dengan masyarakat Cangaan. Pun, dia berjanji bakal memperbaiki diri serta meningkatkan interaksi. Sedangkan soal dugaan pungli, Mar menyebut hanya dipicu perbedaan persepsi dan kurangnya komunikasi. ‘’Akan saya tingkatkan kinerja menjadi lebih baik, termasuk melakukan musyawarah kalau ada program,’’ katanya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close