Ditinggal Ziarah, Harta Dijarah

40
OLAH TKP: Anggota Polsek Balong dan Satreskrim Polres Ponorogo mengidentifikasi rumah Damiyanti Senin (9/9).

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bumi Reyog sedang diteror aksi pencurian dengan pemberatan (curat). Lagi-lagi, sasarannya wilayah selatan. Masih hangat di ingatan, aksi curat minimarket di Gundik, Slahung, 27 Agustus lalu.

Senin (9/9), giliran rumah Damiyanti, 58, di Ngampel, Balong, yang disatroni maling. Kerugian materiilnya ditaksir mencapai Rp 81 juta. ‘’Kondisi rumah sudah berantakan. Semua hilang. Padahal pintu depan terkunci,’’ kata Damiyanti kala ditemui awak media kemarin siang.

Damiyanti mengaku masih syok. Dia melarang media memotret rumahnya. Sehari-hari, dia tinggal sendiri di rumahnya. Setiap pergi, dia selalu memastikan pintu rumah terkunci. Demikian halnya saat ditinggal ziarah wali bersama ibu-ibu pengajian di lingkungannya, akhir pekan lalu. ‘’Sudah saya kunci semua,’’ tegasnya.

Damiyanti mengaku meninggalkan rumah sejak Sabtu (7/9) pukul 23.30. Baru kembali sekitar pukul 09.00 kemarin pagi. Dia terheran dengan pintu depan rumahnya yang tak bisa dibuka dari luar. Padahal, pintu pagar masih terkunci. Setelah dicek, ternyata pintu dikunci dari dalam. Damiyanti lantas memutar masuk melalui dapur. Dia pun terkejut mengetahui pintu di dapur terbuka. ‘’Kondisi dalam rumah juga sudah berantakan,’’ sebutnya.

Masuk ke dalam kamar tempat semua barang berharga disimpan, juga acak-acakan. Banyak uang yang hilang meski disimpan terpisah. Di tas, dompet, amplop, sampai yang disimpan di rantang pun hilang. Berbagai perhiasan emas seperti kalung, gelang, dan cincin dengan berat total 150 gram raib. Jam tangan merek Alexandre Christie juga hilang. Total kerugian sekitar Rp 81 juta. ‘’Mungkin lewat jendela, tapi saya tidak tahu,’’ tuturnya.

Kapolsek Balong AKP Hariyanto menduga, pencuri menerobos masuk lewat jendela. Jejaknya tertinggal pada kursi yang digunakan pelaku untuk memanjat masuk melalui jendela kamar. ‘’Kemungkinan masuknya melalui pagar belakang rumah. Belakang itu kan sawah. Lalu mencongkel jendela,’’ bebernya.

Hariyanto memperkirakan pelaku tidak beraksi seorang diri. Sebab, banyak harta benda Damiyanti yang dikuras. Mulai perhiasan hingga uang tunai yang disimpan di berbagai tempat raib. Sayangnya, tidak ada CCTV. ‘’Bisa jadi sudah diintai lebih dulu. Saat kejadian, rumah dan lingkungan sekitar sepi karena tetangga juga ikut ziarah wali. Korban selama ini juga tinggal sendiri,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here