PeristiwaPonorogo

Ditimbun Reruntuhan akibat Atap SMPN 2 Satu Atap Jambon Ambruk

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kondisi infrastruktur dunia pendidikan di Ponorogo memprihatinkan. Tiadanya rehabilitasi membuat bangunan sekolah pinggiran rentan mengancam keselamatan. Seperti atap ruang ekstrakurikuler karawitan SMPN 2 Satu Atap Jambon yang ambruk Minggu lalu (20/10).  Beruntung tidak ada korban jiwa. ‘’Tidak ada angin atau hujan tahu-tahu roboh,’’ kata Kepala SMPN 2 Satu Atap Jambon Achmad Junaidi Senin (21/10).

Ruang karawitan itu diapit dua ruang kelas yang lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM). Kondisinya dipenuhi puing reruntuhan. Seluruh material atap ruang kesenian Jawa itu ambruk. Menimpa berbagai alat karawitan di bawahnya. Pihak sekolah menduga robohnya atap karena bangunannya termakan usia. ‘’Ruangan ini dibangun 26 tahun silam,’’ ujarnya.

Achmad mengatakan, dinas pendidikan (dindik) telah meminta mengosongkan tiga ruang itu. Namun, saran organisasi perangkat daerah (OPD) itu tidak sepenuhnya dilaksanakan. Sebab, belum ada tanda kerusakan. Hingga akhirnya masih digunakan untuk aktivitas. Alarm bahaya baru diketahui lima bulan lalu. ‘’Kondisi atap terlihat miring,’’ bebernya.

Tanda kerusakan telah disampaikan ke dindik. SMPN 2 Satu Atap dijanjikan akan ada penanganan. Namun, belum sampai terealisasi, bangunan ambruk duluan. Beruntung siswa berlatih karawitan setiap Kamis. ‘’Meski tidak ada korban, tapi kerugian materiil mencapai puluhan juta,’’ ungkap Achmad.

Dia menaksir kerugian sedikitnya Rp 90 juta. Taksiran itu dari kerusakan alat-alat kesenian. Dindik telah meninjau lokasi. Isolasi ruangan dilakukan karena berbahaya bagi siswa. OPD yang dipimpin Endang Retno Wulandari itu diharapkan melakukan perbaikan penuh. Sebab, tidak ada lagi ruangan untuk menyimpan peralatan kesenian. ‘’Rehabilitasi terakhir 2014, itu hanya dindingnya,’’ ujarnya. (naz/c1/cor)

Verifikasi Tak Valid, Rehabilitasi Bisa Sulit

DINAS Pendidikan (Dindik) Ponorogo mengklaim ruang karawitan SMPN 2 Atap Jambon skala prioritas perbaikan pada 2020. Bangunan uzur itu masuk rencana rehabilitasi tahun depan lewat dua sumber dana sekaligus. ‘’APBD dan DAK (dana alokasi khusus, Red),’’ kata Kepala Dindik Ponorogo Endang Retno Wulandari kemarin (21/10).

Retno menyebut, data pokok pendidikan (dapodik) tidak valid bisa menghambat proses rehabilitasi. Yakni, kondisi yang dilaporkan dengan di lapangan tidak sesuai. Akibatnya, dana pemerintah pusat itu tidak bisa dikucurkan. ‘’Mudah-mudahan tidak ada masalah saat verifikasi,’’ harapnya.

Terkait besar dampak kerusakan, dindik telah berkoordinasi dengan dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim). Organisasi perangkat daerah (OPD) itu yang memahami teknisnya. Seperti hitung makro untuk satu tingkat kerusakan dan anggaran perbaikannya. ‘’Nilai itu yang jadi asumsi anggaran perbaikan,’’ ujarnya.

Retno menyatakan, pihaknya concern dalam peningkatan infrastruktur satuan pendidikan wilayah pinggiran. Sebab, perbaikan sarana dan prasarana adalah bagian dari mutu pendidikan. ‘’Kami berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk pelaporan kondisi sarpras yang rusak,’’ katanya. (dil/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close