Diteror Tawon, BPBD hanya Memfoto

61

MADIUN – Perasaan Sudarno dua bulan terakhir ini campur aduk antara resah dan takut. Warga RT 20 RW 8, Desa Sambirejo, Jiwan, itu tidak tenang karena ada sarang lebah raksasa di atap luar rumahnya. Kawanan tawon gung itu kerap terbang berputar-putar di halaman dan masuk dalam rumah meneror keluarganya. ‘’Khawatir karena ada cucu yang masih balita,” kata Sudarno kemarin (19/4).

Tukang batu yang sedang membangun rumah tetangga Sudarno yang kali pertama memberitahu keberadaan kandang tawon itu. Pekerja itu pun awalnya tidak mengira kalau bongkahan warna coklat muda yang menempel itu sarang hewan yang termasuk ordo Hymenoptera. Dia penasaran dengan bentuknya yang aneh menempel di bagian bawah genteng. ‘’Saya sendiri malah sama sekali tidak tahu,’’ ujarnya.

Sudarno tidak berani membersihkan sarang lebah itu sendirian karena ukurannya cukup besar. Tetangganya pun takut bila kawanan penyengat di dalamnya marah karena merasa diusik. Selain itu, lokasi sarang ada di atas. ‘’Ya, meski bisa dijangkau pakai tangga, tetap pikir-pikir dengan risikonya,’’ ujarnya.

Petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) sudah mengecek sarang lebah. Namun, pasukan oranye yang datang dua kali dalam sepekan itu sekadar mendokumentasi. Hingga kini belum ada tindak lanjut yang konkret. ‘’Katanya masih didiskusikan dulu mencari penanganan yang tepat,’’ ucapnya sembari berharap segera ada pembersihan meski hingga kini kawanan tawon belum sepenuhnya mengancam. ‘’Jangan difoto-foto saja. Ketimbang jatuh korban,’’ katanya.

Sementara, Plt Pelaksana Kepala BPBD Kabupaten Madiun Supriyanto tidak menjawab kala dimintai konfirmasi. Pesan WhatsApp yang dikirimkan hanya dibaca. Dia juga tidak mengangkat ketika nomor handphone-nya dihubungi. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here