Ngawi

Diterjang Angin Kencang, Lobi Puskesmas Padas Berantakan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Angin kencang yang menerjang sejumlah wilayah Ngawi Kamis petang (7/11) tak hanya merusak rumah dan menumbangkan pepohonan. Terjangan angin kali ini juga memorak-porandakan lantai dua bangunan Puskesmas Padas.

Jendela kaca serta plafon fasilitas kesehatan tersebut berantakan. Sisa pecahannya memenuhi lantai dasar bangunan –terutama sekitar lobi- hingga membuat pelayanan terganggu. Beberapa figura ikut berjatuhan diterjang angin. ‘’Ini sedang dibersihkan,’’ kata Kepala UPT Puskemas Padas Ria Isnaeni Jumat (8/11).

Ria mengungkapkan, untuk sementara proses pelayanan penerimaan pasien yang semula di lobi lantai dasar dialihkan ke lobi unit gawat darurat (UGD) puskemas. Sembari menunggu petugas membersihkan pecahan kaca di lantai tersebut. ‘’Harus sudah selesai dibersihkan pagi ini (kemarin, Red) juga,’’ tegasnya.

Kerugian akibat kejadian tersebut, lanjut dia, sedang didata. Yang jelas, tak sedikit plafon serta panel kaca yang pecah. Pun, beberapa ruangan seperti aula, ruang perpustakaan, dan tata usaha (TU) di lantai dua untuk sementara tak difungsikan lantaran masih menunggu proses pembersihan material dan perbaikan.

Menurut dia, kerusakan yang cukup parah tersebut tidak terlepas dari minimnya pepohonan di sekitar lokasi bangunan yang baru direnovasi dua tahun lalu itu. ‘’Apalagi di lantai dua, embusan anginnya lebih kuat,’’ imbuh Ria.

Rusilah, salah seorang pasien, mengatakan bahwa kondisi sekitar Padas Kamis petang lalu mencekam. Beberapa pohon dan rumah ambruk diterjang angin kencang. ‘’Anginnya yang kuat, kalau hujannya tidak seberapa deras,’’ ungkap warga Desa Pacing, Padas, itu.

Pantauan Radar Ngawi di lokasi, kaca di lantai dua yang pecah menyisakan lubang menganga. Pun, garis polisi terpasang di halaman dan lobi puskesmas. Sementara, sejumlah petugas kebersihan sibuk membersihkan pecahan kaca yang berserakan. (gen/c1/isd)

Puluhan Rumah Rusak, Seorang Warga Masuk RS

HASIL pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, sedikitnya delapan desa terdampak angin kencang yang terjadi Kamis petang (7/11). Delapan desa itu tersebar di empat kecamatan, yakni Pangkur, Padas, Karangjati, dan Paron. ‘’Paling parah wilayah Paron,’’ kata Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Alfian Wihaji Sudono Jumat (8/11).

Alfian menyebut, terjangan lesus kali ini merusak beberapa rumah dan menumbangkan sejumlah pohon. Bahkan, di jalur Ngawi-Jogorogo masuk Desa Gentong, Paron, sebuah mobil Daihatsu Feroza rusak usai tertimpa pohon tumbang. Beruntung, kejadian itu tidak sampai menelan korban jiwa. ‘’Pohon jenis waru yang ambruk,’’ sebutnya.

Di Dusun/Desa Babadan, kata dia, pohon kluwih yang tumbang menimpa rumah warga hingga nyaris roboh. Beruntung, meski beberapa genting dan kayu atap patah, tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. ‘’Total ada sekitar 25 rumah mengalami kerusakan ringan dan tiga rusak berat,’’ paparnya.

Alfian menambahkan, seorang warga Desa Gempol, Karangjati, dilarikan ke RSUD Caruban akibat angin kencang petang itu. Korban harus menerima jahitan sepanjang 20 sentimeter di dahi usai tertimpa gedek yang terbang di belakang rumahnya saat mengangkat bawang merah ketika hujan turun. ‘’Beberapa rumah juga rusak akibat angin kencang di sana. Mayoritas gentingnya berjatuhan,’’ bebernya.

Ditanya soal total kerugian akibat bencana tersebut, Alfian mengaku saat ini masih didata. Pun, sembari menunggu laporan dari desa setempat, pihaknya menyisir wilayah terdampak membantu perbaikan dan evakuasi. ‘’Angka pastinya (kerugian) belum diketahui, tapi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,’’ sebutnya.

Alfian mengimbau warga lebih berhati-hati lantaran angin kencang masih berpotensi terjadi seiring musim peralihan kemarau ke penghujan. ‘’Dari peta siaga kami, angin kencang kerap terjadi di wilayah Ngawi timur,’’ pungkasnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close