Distribusi Logistik dalam Kotak Suara Meleset dari Target

18

NGAWI – Proses distribusi logistik dalam kotak suara di Ngawi meleset dari target. Sedianya, H-3 kemarin (14/4) semua jenis logistik tersebut sudah terkirim ke setiap panitia pemilihan kecamatan (PPK). Namun, faktanya molor. ‘’Kami targetkan besok malam (malam ini, Red) sudah klir, kecuali yang DPTb (daftar pemilih tambahan),’’ kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni.

Toni -sapaan akrab Syamsul Wathoni- menyebut distribusi logistik tersebut terkendala sejumlah faktor. Yang paling mengganjal adalah keterlambatan pengiriman surat suara dari percetakan. ‘’Sebagian sudah diambil hari Jumat (12/4) lalu, tapi masih kurang,’’ ungkapnya.

Pihaknya akan mengupayakan distribusi selesai secepatnya. Tadi malam para pekerja lepas harus lembur sampai pagi untuk menyelesaikan proses pengepakan dan pengiriman logistik. ‘’Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar besok (hari ini, Red) sudah terdistribusi semua,’’ ucapnya.

Bagaimana dengan kebutuhan logistik untuk delapan tempat pemungutan suara (TPS) tambahan? Toni menyebut, pihaknya baru bisa mengupayakan paling lambat pada H-1.

Pantauan Radar Ngawi, sejumlah pekerja terlihat sibuk melakukan pengepakan logistik di gudang KPU. Sementara, dalam gudang tersebut tampak masih banyak kotak suara yang belum terdistribusikan. Sedangkan di luar gedung, beberapa unit truk pengangkut logistik terlihat hilir mudik.

Sementara itu, bersamaan masa tenang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ngawi menurunkan alat peraga kampanye (APK) yang tersebar di berbagai titik. Namun, hingga kemarin sore sejumlah APK belum sempat dilepas. ‘’Pembersihan APK mulai hari ini (kemarin, Red) sampai H-1,’’ kata Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Ngawi Yusron Habibie.

Yusron menambahkan, sejauh ini tidak ada peserta pemilu yang melayangkan protes terkait masih adanya APK yang belum dilepas itu. ‘’Memang paling lambat H-1, tapi kami usahakan secepatnya selesai,’’ janjinya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here