Pacitan

Disperta Pacitan Wacanakan Bendung Anak Sungai

PACITAN, Radar Pacitan – Indeks pertanaman (IP) padi di Pacitan hanya 1,6. Sulit untuk mencapai IP 3 alias setahun tanam padi tiga kali. Faktor iklim disebut jadi biangnya. Terkait kondisi tersebut, Dinas Pertanian (Disperta) Pacitan mewacanakan pembangunan bendungan sungai. ‘’Seperti tahun ini, sampai sekarang (November, Red) curah hujan masih minim,’’ kata Kepala Disperta Pacitan Bambang Supriyoko Senin (18/11).

Bambang tidak menampik mendongkrak IP padi bukan perkara gampang. Terlebih menilik struktur geografis Pacitan. Air merupakan kebutuhan pokok padi. Sementara keberadaannya tidak tersedia di seluruh wilayah. Terlebih saat musim kemarau. Akibatnya, lahan padi menganggur. ‘’Masalahnya, kita tidak punya bendungan penyedia air irigasi,’’ ujarnya.

Menurut Bambang, dengan banyaknya sungai di Pacitan, masalah kelangkaan air irigasi bisa teratasi dengan membuat bendungan di anak-anak sungai. Setidaknya, air penghujan bisa ditampung untuk persediaan musim kemarau. ‘’Sekarang ini, air saat musim penghujan hanya menjadi air darat. Tidak ada penampungan, langsung mengalir ke laut,’’ bebernya.

Bambang menambahkan, air irigasi merupakan masalah umum. Kendati demikian, pihaknya sudah menyampaikan wacana pembuatan bendungan tersebut. Namun, Bambang sangsi untuk melayangkan buah pikirnya tersebut resmi ke pimpinan. ‘’Ini kemungkinan untuk dilayangkan secara resmi tetap ada,’’ katanya.

Masalah irigasi belum tersolusikan, Bambang belum berani mengungkapkan hasil produksi tahun ini. Data sementara per Oktober, luas lahan padi di Pacitan 8.790 hektare pada musim tanam II tahun ini. Sekitar 3.000 hektare lahan padi menganggur akibat tidak mendapat air irigasi. Pada musim tanam III hanya 569 hektare, merosot jauh ketimbang tahun sebelumnya yang masih mencapai 1.594 hektare. ‘’Target belum bisa dihitung, melihat hasil bulan Desember nanti,’’ ungkapnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close