Magetan

Disperkim Magetan Belajar Kelola Rusun di Tulungagung

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rencana Pemkab Magetan membangun rumah susun (rusun) semakin diseriusi. Pun, dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) setempat sengaja studi banding ke Tulungagung yang sudah lebih dahulu memiliki rusun.

Di daerah itu pihak disperkim menggali ilmu terkait pengelolaan maupun kontribusi yang diberikan dari keberadaan rusun. ‘’Kami belajar banyak dari sana bagaimana mengelola rusun,’’ kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperkim Magetan Mujiono Jumat (13/12).

Mujiono menyebut, rusun di Tulungagung itu dikelola tim khusus, bukan unit pelaksana teknis (UPT). Tim yang berada di bawah naungan bidang tersebut juga bertanggung jawab masalah sarpras rusun. Mulai hal sepele seperti lampu yang padam hingga kebersihannya. ‘’Karena ada pengelolanya, rusun di sana sangat bersih, tidak seperti yang dibayangkan selama ini,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, kelak di rusun Magetan tak ada jemuran yang mengganggu estetika. Sebab, ada tempat sendiri bagi penghuni untuk menjemur pakaian. Itu pun masih ditutup dengan teralis. Apalagi, lokasinya di utara jalan tembus Pasar Sayur yang tidak tampak dari kejauhan. ‘’Lokasi rusun menjorok ke utara, aman,’’ kata Mujiono.

Pihaknya telah mengantisipasi penyalahgunaan rusun. Pemohon bakal diverifikasi terlebih dahulu. Hanya pasangan suami istri atau yang sudah pernah berkeluarga yang bisa menempati. Pun, diutamakan bagi mereka yang masih produktif. Jika ada pemohon lansia, bakal disurvei keberadaan keluarganya.

‘’Kalau punya keluarga yang dekat, tidak akan kami terima,’’ tegas Mujiono sembari menyebut meski diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetap ada kontribusi yang akan diberikan rusun terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Mujiono mengaku dalam waktu dekat menemui pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Dia bakal berkoordinasi melanjutkan pengajuan rusun tersebut. Sebab, dinilai jalan satu-satunya untuk menghapus predikat kawasan kumuh di Kelurahan Sukowinangun, Magetan.

Menurut dia, program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tidak bisa digunakan. Sebab, warga yang tinggal di kawasan itu mendirikan rumah semi permanen di atas tanah aset. ‘’Kalau rusun bisa menggunakan tanah aset,’’ imbuhnya.

Mujiono juga mengaku telah menyosialisasikan rusun tersebut kepada para calon penghuni. Ada 50 KK warga Kelurahan Sukowinangun yang akan menempati rusun tiga lantai itu. Masih ada sekitar 10 unit yang bisa digunakan warga lainnya. ‘’Sudah kami sampaikan dan mereka setuju untuk pindah ke rusun dengan sistem sewa,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close