Pacitan

Disparpora Haramkan Objek Wisata Jadi Tempat Kampanye

PACITAN – Sejumlah objek wisata yang dikelola Pemkab Pacitan haram dijadikan lokasi kampanye Pemilu 2019. Dinas pariwisata pemuda dan olaharga (disparpora) setempat tegas melarang. Pertimbangannya, objek wisata bukan tempat propaganda para peserta Pemilu 2019. ‘’Kalau kami izinkan, akan beda lagi pemanfaatannya,’’ kata Kasubag Kepegawaian Disparpora Pacitan Tugianto kemarin (10/2).

Menurut Tugianto, sejak dulu tempat wisata memang hanya untuk kegiatan pariwisata. Pun telah diberlakukan pada Pemilu 2014 lalu. Pasalnya, lokasi wisata khusus untuk kunjungan wisatawan. Sedangkan kampanye dikhawatirkan mengganggu kenyamanan pengunjung. Terlebih, pihaknya bakal kesulitan menarik retribusi. ‘’Peserta kampanye dan wisatawan akan sulit dibedakan,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, setiap pengunjung wajib membayar retribusi yang include jaminan asuransi. Sedangkan peserta kampanye berbeda. Hingga kini belum ada aturan, termasuk penarikan retribusinya. Kampanye kucing-kucingan pun tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, kegiatan kampanye perlu izin baik dari pengelola objek wisata maupun kepolisian. ‘’Tidak mungkin tanpa ada izin,’’ tegasnya.

Meski begitu, Tugianto menyebut pelarangan tersebut belum final. Masih akan dikoordinasi dengan satpol PP dan komisi pemilihan umum (KPU) setempat. Namun, pihaknya keberatan jika objek wisata dijadikan tempat kampanye. Ketentuan lain bisa diambil pemerintah desa atau badan usaha milik desa (BUMDes) terkait penggunaan objek wisata desa untuk lokasi kampanye. ‘’Objek wisata yang dikelola desa itu urusannya pemerintah desa masing-masing. Tidak perlu rekomendasi disparpora,’’ tuturnya.

Selain itu, dia menyebut stadion Pacitan bisa untuk kampanye meski pada pemilu sebelumnya belum diperbolehkan. Itu setelah kewenangan stadion resmi jadi tanggung jawab disparpora usai diserahterimakan. Sedangkan penggunaan alun-alun masih tarik ulur. Alasannya, dikhawatirkan mengganggu kenyamanan ujian sekolah yang jadwalnya berbarengan dengan masa kampanye. ‘’Jadi, alun-alun masih dipertimbangkan,’’  ungkapnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close