Magetan

Disparbud Kewalahan Edukasi Pengunjung Telaga Sarangan

Diingatkan Malah Dimarahi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Mengembalikan keramaian Telaga Sarangan semudah membalikkan telapak tangan. Namun, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan kesulitan mengimbau pengunjung memperhatikan protokol kesehatan.

Sejak dibuka kembali 22 Juni lalu, ikon wisata Magetan itu tak pernah sepi pengunjung. Sayangnya, belum semua menaati protokol kesehatan. Beberapa  penyedia jasa pun mengabaikan aturan jaga jarak. ‘’Kesulitan kami mengedukasi masyarakat, akan kami sampaikan saat rapat evaluasi bersama tim gugus tugas pekan depan,’’ kata Kadisparbud Venly Tomi Nicholas.

Saking susahnya mengedukasi, Venly malah dimarahi pengunjung saat mencoba mengingatkan untuk menggunakan masker Sabtu Minggu (27/6). Padahal, di kawasan wisata alam itu sudah terpampang papan imbauan dan sosialisasi oleh tim Rescue Sarangan. Edukasi juga telah melibatkan masyarakat setempat. ‘’Semua kembali pada kesadaran masing–masing,’’ terangnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Magetan, kawasan pinggiran telaga begitu ramai ditongkrongi pengunjung. Sebagian bergerombol sembari menunggu giliran naik perahu. Yang sudah naik perahu juga tidak mengenakan masker. Penyedia jasa tidak membatasi kapasitas penumpang dan memperingatkan pentingnya mengenakan masker. Minim pengawasan dari petugas. ‘’Kami sudah minta petugas berkeliling dan tak bosan mengingatkan pengunjung. Sekali diingatkan langsung patuh, tapi kalau petugas sudah pergi, mungkin (masker) dilepas lagi,’’ ujarnya.

Realitas ini seolah menafikan prosedur tetap (protap) dari tim gugus tugas yang diberlakukan di setiap objek wisata. Disparbud bakal menerapkan sanksi berjenjang bagi penyedia jasa tak patuh aturan. Ancaman terberat, izin dicabut. ’’Kalau sudah diedukasi tetap melanggar, akan kami pertegas,’’ janjinya.

Sabtu kemarin, disparbud sempat menolak 80 lebih kunjungan masyarakat karena tidak menggunakan masker. Skriningnya dilakukan di checkpoint pintu tiket Sarangan atau Pos Mandoran. ‘’Sekali kunjungan bisa tembus hingga 2.000 orang sehingga petugas bisa kurang jeli,’’ pungkasnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close