Dishub Terus Usulkan Bus Sekolah

69

MAGETAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan tak patah arang. Tahun ini akan kembali mengusulkan pengadaan bus sekolah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebab, usulan tahun lalu masih belum diamini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. ’’Akan kembali kami usulkan,’’ kata Kadishub Magetan Joko Trihono.

Pihaknya bakal kembali mengajukan dua armada. Sehingga, armada tersebut dapat menambah armada angkutan umum yang kini dijadikan angkutan pelajar SMP dan sederajat. Namun, berapa pun nantinya yang diberikan pemerintah pusat, akan diterimanya. Syukur-syukur lebih banyak. ’’Semua keputusan kan di tangan Dirjen Perhubungan Darat. Kami ikut saja,” ujarnya.

Jika nanti mendapatkan bantuan bus ’’tayo’’, angkutan pelajar yang saat ini digunakan tidak akan dikandangkan. Tetap akan digunakan. Sebab, akan lebih banyak pelajar yang diangkut setiap harinya. Dua tahun terakhir, Dishub Magetan hanya mampu melayani 5 persen dari total siswa SMP dan sederajat. Keterbatasan anggaran dan armada, masalahnya. ’’Kalau tambah armada jadi semakin banyak siswa yang bisa kami antar jemput,” tuturnya.

Lima persen dari seluruh siswa SMP dan sederajat itu pun, tidak sembarangan yang bisa naik angkutan pelajar. Melainkan hanya siswa dari keluarga tidak mampu. Masing-masing sekolah yang merekomendasikan siswanya kepada dishub untuk menggunakan layanan angkutan pelajar tersebut. Tidak dipungut biaya sama sekali untuk naik angkutan pelajar tersebut. ’’Tahun ini jumlahnya sama seperti tahun lalu,’’ sebutnya.

Joko memang getol menambah armada angkutan pelajar tersebut. Sebab, menjadi salah satu program prioritas bupati dan wakil bupati. Dalam rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) 2020, angkutan pelajar juga masuk dalam pembahasan di bidang pendidikan. Urusan pendidikan memang bukan semata menjadi ranah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Magetan. ’’Sesuai tupoksi. Kami akan menyediakan angkutan bagi pelajar,’’ terangnya.

Keberadaan angkutan pelajar itu, menurut Joko, sangatlah vital. Selain memudahkan siswa tidak mampu untuk ke sekolah, juga agar para pelajar itu tidak mengendarai sepeda motor sendiri. Sekarang ini terlihat wajar jika siswa SMP sudah mengendarai sepeda motor. Padahal, mereka belum cukup umur untuk memiliki surat izin mengemudi (SIM). Berbahaya tentunya. ’’Terkadang karena orang tua sibuk, tidak sempat mengantar anaknya ke sekolah,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here