Dishub Tersengat Di-cut Kemenhub

105

MAGETAN – Sempat di-cut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lantaran peralatan uji kir tidak lengkap, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan pun tersengat. Sebab, tiga bulan tidak bisa melakukan uji kelaikan kendaraan angkutan. Namun kini, dari tujuh alat yang dimiliki, telah dilengkapi menjadi 11 alat.

Saat ini, alat-alat tersebut tengah dalam proses pengiriman. Pada 26 Desember mendatang, diperkirakan sudah sampai ke Magetan. ‘’Alat-alat itu kami impor dari Korea Selatan,’’ kata Sekretaris Dishub Kabupaten Magetan Harsono kemarin (20/12).

Tak hanya melengkapi peralatan seharga Rp 543 juta. Namun juga akan meningkatkan pula statusnya. Dari tipe C naik kelas ke tipe B. Syaratnya, tidak cukup hanya melengkapi 11 alat penguji tersebut. Namun, juga mengubah sistem pelayanan. Dari konvensional jadi online. Pembayaran bakal dilakukan di bank, tidak lagi di tempat pelayanan uji kir. ‘’Tahun ini akan kami lengkapi dulu alat-alatnya,’’ ujarnya.

Saat ini, lokasi empat alat tambahan itu sudah disiapkan. Sehingga, setelah barang sampai, tinggal dipasang. Sementara, untuk konversi pelayanan berbasis digital bakal direalisasikan tahun depan. Dishub Kabupaten Magetan sudah menyiapkan anggaran Rp 640 juta. ‘’Untuk perangkat sekaligus pelatihan SDM (sumber daya manusia, Red),’’ tuturnya.

Jika sudah online, akan lebih sedikit tenaga yang dibutuhkan daripada saat ini. Setiap kendaraan yang masuk ruang uji kir, saat keluar sudah bisa langsung melihat nilai kelayakan kendaraannya atau semi-drive thru. Dari kartu yang dicetak setelah pengecekan, pengendara bisa menyimpulkan kelayakan kendaraannya. Sayangnya, hampir 50 persen pengendara di Magetan buta aksara. ‘’Sekarang ini, orang tidak bisa baca tulis. Tapi, bisa mengoperasikan HP. Jadi, itu bukan masalah besar,’’ klaimnya.

Jika sudah online, waktu pelayanan pun terpangkas. Biasanya, satu kendaraan butuh hingga 50 menit pengecekan, setelah online hanya 20 menit. Sehingga, lebih banyak kendaraan yang bisa diuji setiap hari. Keuntungan lain digitalisasi, data kendaraan langsung terintegrasi dengan Kemenhub. ‘’Prosesnya bertahap, karena kami mulai dari nol,’’ terang Harsono.

Untuk perubahan sistem layanan itu, pihaknya belum sosialisasi ke masyarakat. Sebab, masih banyak persiapan yang harus dilakukan. Setelah semua alat tambahan terpasang, harus dikalibrasi Kemenhub dulu. Jika sudah dinyatakan oke, baru bisa dilaksanakan. Sama seperti kendaraan yang diuji kelayakannya, alat-alat penguji juga harus dikalibrasi berkala. ‘’Alatnya harus teruji untuk bisa menguji,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Kemenhub menghentikan sementara layanan uji kir Dishub Kabupaten Magetan karena alatnya yang tidak lengkap. Namun, setelah melalui beberapa kali forum group discussion (FGD), akhirnya kembali diberi izin untuk melayani uji kir dengan tipe C. Itu berdasar tiga alat utama yang dimiliki, yakni alat uji emisi untuk gas buang BBM, alat uji nyala lampu utama, dan alat uji rem. Meskipun Dishub Kabupaten Magetan memiliki empat alat lainnya. ‘’Mayoritas uji kir se-Jatim juga seperti milik kami. Bisa melayani dengan tipe C,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here