Dishub Ponorogo Kaji Ulang Bongkar Muat Barang

85

MADIUN – Boyongan pedagang eks stasiun ke pasar sementara memaksa dinas perhubungan (dishub) memutar otak. Tidak hanya harus merekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan Cipto Mangunkusumo, dishub juga mengkaji penataan pedagang obrokan yang biasa bongkar muat. Saat di pasar eks stasiun, aktivitas itu biasa dilakukan di tepi Jalan Soekarno Hatta. ‘’Masih kami kaji. Bagaimanapun, tempatnya terbatas,’’ kata Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi.

Untuk sementara, aktivitas bongkar muat di pasar sementara dilakukan setiap sore. Mereka dijatah waktu berjualan di los 4 dan sekitarnya mulai sore hingga pagi. Saat itulah arus lalu lintas di Jalan Cipto Mangunkusumo bertambah padat. Banyak kendaraan pikap keluar-masuk untuk bongkar muat. Ketika belum banyak pedagang eks stasiun yang boyongan, kendaraan muatan itu terparkir di tepi Jalan Cipto Mangunkusumo.

Mau tidak mau, dishub harus menata alur keluar masuk pikap di pasar sementara ketika sore. Djunaedi berencana memanfaatkan areal sisi barat pasar sebagai zona bongkar muat. Untuk memperlancarnya, dibutuhkan petugas yang stand by di lokasi. ‘’Crowded relatif sebentar, hanya satu jam. Gambaran kami, akan lancar kalau kendaraan yang biasanya parkir di tepi jalan bisa masuk untuk bongkar muat. Tapi, harus diatur petugas,’’ ujar Djunaedi.

Penataan aktivitas bongkar muat dagangan di pasar sementara berimbas pada kajian rekayasa searah Jalan Cipto Mangunkusumo. Dishub dan Satlantas Polres Ponorogo masih belum memutuskan apakah bakal menjadikan jalan tersebut satu arah dari timur ke barat secara permanen. Uji coba rekayasa akan terus dipantau tanpa berbatas waktu. ‘’Sampai efektif dan terkendali, kami akan terus uji coba searah di jam tertentu. Kalau memang rekayasa searah hanya di sore hari bisa lancar, tidak perlu dipermanenkan 24 jam penuh,’’ terangnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here