Dishub Magetan Evaluasi Zebra Cross di Jalan Pahlawan

38
NGAWUR: Sejumlah kendaraan yang berhenti di atas zebra cross di Jalan Pahlawan membuat penyeberang tidak bisa lewat.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pemasangan traffic light (TL) baru di depan kantor Pegadaian masih menyisakan persoalan. Karena zebra cross di tempat itu hanya berjarak sekitar 10 meter dari TL. Kondisi tersebut membingungkan pejalan kaki. Mereka tidak bisa menyeberang seenaknya. Sebab, kendaraan dari arah barat berhenti di atas garis setrip putih itu. ‘’Bingung mau lewat mana. Masak mau melipir di tengah mobil dan motor yang berhenti,’’ keluh Arnanda, salah seorang pejalan kaki, Rabu (18/9).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan Joko Trihono mengatakan bahwa pembuatan zebra cross baru membutuhkan persiapan. Perlu aspal baru untuk menghapus zebra cross yang lama. Di sisi lain, kewenangan Jalan Pahlawan itu bukan berada pada pemkab. ‘’Jalan itu kan miliknya pemprov. Kami tidak bisa serta merta membuatnya. Lintas kewenangan,’’ ujarnya.

Namun, Joko sudah mengomunikasikan hal itu dengan pemprov. Dia mengatakan, perlahan pelengkap jalan itu akan dipenuhi. Hingga uji coba pada hari kedua ini, sejatinya masih banyak pelengkap jalan yang belum semuanya ready. Jangankan zebra cross, rambu-rambu saja masih banyak yang belum terpasang. ‘’Sampai sekarang ini belum lengkap 100 persen. Namanya juga tahap uji coba, maklum,’’ ucapnya.

Hanya, diakui Joko, rambu-rambu yang vital sudah terpasang semua. Pihaknya memang membuat skala prioritas dalam memenuhi sarana pelengkap jalan itu. Kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan tidak membutuhkan anggaran lebih akan didahulukan. ‘’Yang penting sekarang ini orang jalan aman dan nyaman dulu. Sambil jalan akan kami lengkapi,’’ terangnya.

Joko menambahkan, hingga masa uji coba nanti selesai, dipastikan tidak semua rambu itu akan terpasang seluruhnya. Tapi, pihaknya tidak berani memprediksi kapan sarana jalan itu bisa 100 persen sempurna. Mengingat, jalan yang diubah arusnya itu berada di dua kewenangan yang berbeda. ‘’Sumber daya yang ada saat ini kami maksimalkan. Karena tidak memungkinkan sebelum pelaksanaan uji coba, semua rambu dan perlengkapan lain bisa ready 100 persen,’’ jelasnya.

Joko kini juga tengah mempersiapkan pembuatan zebra cross untuk para siswa. Di depan sekolah harus dilengkapi garis penyeberangan itu untuk keamanan siswa dalam menyeberang jalan. ‘’Kami juga belum membuatkan zebra cross untuk siswa. Masih banyak yang perlu kami cermati sampai hari ini,’’ pungkasnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here