Dishub Akui Kesulitan Menertibkan Kendaraan di Bahu Jalan

29

NGAWI – Persoalan parkir diKasi Dalops Dishub Ngawi Putut Yuliarto mencontohkan kawasan sekitar salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Ahmad Yani. Ketika kantong parkir yang disediakan pemilik usaha sudah penuh, parkir meluber ke bahu jalan. ‘’Sebenarnya kami sudah beberapa kali melakukan penertiban, tapi masalahnya memang sulit,’’ kata Putut kemarin (28/3).

Karena itu, lanjut dia, upaya untuk mengatasi permasalahan parkir bukan hanya menjadi beban pihaknya. Melainkan juga perlu campur tangan pengusaha maupun instansi lain. Sebab, tidak menutup kemungkinan ke depan akan berdiri tempat-tempat perbelanjaan baru di kawasan Ngawi Kota.

Putut juga berharap instansi bidang perizinan bersikap tegas dengan meminta pengusaha yang hendak membangun pusat perbelajaan menyediakan kantong parkir yang memadai. ‘’Untuk pusat perbelajaan yang sudah ada sudah kami minta menambah kantong parkir, tapi kenyataannya masih belum dilaksanakan,’’ keluhnya.

Dia menuturkan, parkir di bahu jalan yang tidak ada rambu parkir merupakan sebuah pelanggaran. Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pelaku dapat dikenai sanksi pidana satu bulan penjara atau denda maksimal Rp 250 ribu. ‘’Jadi, memang perlu ditertibkan,’’ ujarnya.

Sejatinya, kata Putut, pihaknya sudah kerap mengingatkan para pelaku parkir di tempat terlarang itu untuk menaati aturan. Namun, saat tidak ada petugas, kondisi kembali seperti semula. ‘’Kesulitannya itu mengubah mindset bahwa yang dilakukan itu salah,’’ ungkapnya.

Kasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Dishub Ngawi Ery Sadewo menambahkan, sesuai aturan, ruas jalan nasional dan provinsi haram digunakan untuk tempat parkir. ‘’Kalau yang jadi kewenangan pemerintah daerah masih bisa kami solusikan,’’ sebutnya.

Dia menambahkan, kantong parkir permanen di jalan daerah sejauh ini baru di tiga titik. Yakni, Jalan Sultan Agung, kawasan Alun-Alun Merdeka, dan sekitar lapangan basket alun-alun. Sementara. Jalan Yos Sudarso markahnya ditambah menjadi empat lajur. ‘’Yang paling tepi bisa dimanfaatkan untuk tempat parkir, tapi bukan untuk berjualan,’’ tegasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here