Diseruduk Sedan, Truk Baja Ringan Terguling di Jiwan

158

MADIUN – ’’Ngantuk opo piye mas?’’ Mokham Al Amin sontak keluar dari truk Mitsubishi S 9225 NA yang dikendarainya. Naik pitam, sopir asal Kedung Papar, Sumobito, Jombang, itu mendatangi Ronny Christyawan, pengemudi Honda Civic Ferio AE 1799 BI. Sesaat setelah truk yang dikendarainya terguling di Jalan Raya Solo-Madiun, Jiwan, Kabupaten Madiun, sekitar pukul 09.30 kemarin (14/11).

Versi Mokham, truk bermuatan baja ringan yang dikemudikannya berpapasan dengan sedan berkelir hitam yang melaju kencang dari arah berlawanan. Dari arah barat, laju mobil itu tiba-tiba oleng hingga menerabas markah jalan. Jarak terlampau dekat membuat benturan dua kendaraan beda ukuran itu tak terhindarkan. ‘’Truk ngguling ke kiri, saya sampai kebanting ke bawah,’’ ujarnya.

Dicecar Mokham, Ronny mengaku pandangannya mendadak gelap hingga membuatnya hilang kendali. Benturan itu menghancurkan kaca depan dan membuat penyok bodi kanan sedan. ‘’Ngakunya tidak ngantuk. Katanya peteng (gelap, Red),’’ tuturnya.

Kemarin pagi, Mokham sejatinya dalam perjalanan mengantarkan 850 kilogram baja ringan dari Mojokerto menuju Ngrambe, Ngawi. Sebelumnya, dia telah mengantarkan kiriman di dua tempat lain. Apes, belum sampai tujuan, bapak satu anak ini harus berurusan dengan kepolisian. ‘’Saya ngantarnya ngecer. Sehari-hari biasa lewat sini (Jalan Raya Solo-Madiun, Red),’’ terangnya.

Raka Tegar, karyawan bengkel dekat lokasi kecelakaan, mengaku sempat menolong pengemudi sedan keluar dari pintu mobil sisi kiri. Sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD dr Soedono. Dia pun menegaskan jalanan dekat tempatnya bekerja sering terjadi kecelakaan. Seingatnya, sudah terjadi dua kecelakaan dalam sebulan terakhir. ‘’Dulu, pengemudinya sampai terluka parah. Kalau sekarang (kemarin, Red) luka ringan saja, hanya lecet di wajah dan jari tangan,’’ urainya.

Kanit Laka Polres Madiun Kota Iptu Tri Wiyono menegaskan, kecelakaan persis di depan Soto Obor Bu Cipto itu disebabkan human error. Dipastikan pengemudi sedan kurang konsentrasi. ‘’TKP ini masuk area blackspot di Km 172. Dari Januari sampai November, ada 15 kecelakaan dan seorang korban meninggal dunia,’’ paparnya sembari menyebut kecepatan sedan hitam diperkirakan melaju di atas 50 kilometer per jam.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, kecelakaan di jalan nasional itu mengakibatkan kemacetan hingga sepanjang 200 meter. Bahkan, saat wartawan koran ini masih di TKP, seorang pengendara motor sempat tergelincir dari aspal lantaran kondisi jalanan yang licin terimbas tumpahan solar dari truk. Bangkai truk yang terguling berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.41. (mg2/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here