MejayanPeristiwa

Disengat Lebah, 21 Siswa SD Masuk UGD

MEJAYAN – 21 siswa SDN 2 Bangunsari, Mejayan disengat kawanan lebah jenis gung. Nahas itu terjadi di sela istirahat latihan baris-berbaris polisi cilik (pocil) di boulevard GOR Pangeran Timoer, Sabtu (13/4). Mereka bermain di bawah rerimbunan pohon trembesi yang salah satunya terdapat sarang lebah. ‘’Ketika lainnya asyik bermain, ada salah seorang siswa yang melempari sarang itu,’’ kata Kapolsek Mejayan Kompol Pujiyono.

Sarang lebah madu berdiamater 20 sentimeter itu bertengger di salah satu dahan pohon. Ketingian antara sarang dengan lokasi anak-anak bermain sekitar tujuh meter. Awalnya, sarang berulang kali dilempari menggunakan batu. Namun, bidikannya selalu luput. Upaya lain dilakukan menggunakan plastik sisa minuman es. Lemparan tersebut kena hingga membuat lubang pada kulit sarang. Seperti pepatah : jangan mengganggu kalau tidak ingin diganggu. ‘’Di saat bersamaan guru pendamping latihan sedang mengumpulkan siswa berbaris tepat di bawah pohon yang ada sarang lebahnya,’’ ungkapnya.

Seketika, kawanan lebah di dalam sarang berhamburan keluar. Hewan yang termasuk ordo hymneoptera ini langsung “meneror” kerumunan siswa. Situasi berubah menjadi panik. Puluhan siswa mengaduh kesakitan lantaran anggota tubuhnya terkena sengatan. Setelah kawanan tawon itu pergi, para korban dilarikan ke Puskesmas Mejayan untuk mendapatkan perawatan. ‘’21 korban terdiri empat siswa kelas III, 10 siswa kelas IV, dan tujuh siswa dari kelas V,’’ beber kapolsek kepada Radar Caruban.

Puluhan siswa yang menjadi korban dirawat di unit gawat darurat (UGD). Petugas medis memberikan obat luar ke bagian tubuh yang mengalami ruam akibat sengatan tawon. Beberapa ada yang berteriak histeris dan menangis. Mereka tidak kuat menahan sakit yang rasanya seperti kulit terbakar itu. Guru dan orang tua yang datang setelah diberi informasi mencoba menenangkan. Para korban diperbolehkan pulang setelah satu jam dirawat sejak pukul 10.30.

Pujiyono menuturkan, pembersihan sarang tawon di boulevard GOR Pangeran Timoer perlu segera dilakukan agar tidak membahayakan warga lainnya. Mengingat lokasi tersebut selalu ramai didatangi pengunjung untuk sekadar bersantai atau aktivitas lainnya. ‘’Kami bakal berkoordinasi dengan petugas satpol PP dan damkar (pemadam kebadakaran) serta dinas lingkungan hidup,’’ katanya. (cor/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close