Disekap, Diancam Dibunuh, Duit Sapi Ludes

242

PONOROGO – Belum seluruhnya uang hasil penjualan dikantongi, Muh Zainal Arifin disatroni. Nahas yang dialami blantik asal Beton, Siman itu seusai menjual sapinya di Pasar Sapi Jetis, Jumat (17/5) pagi. ‘’Saya tidak berani melawan karena mereka (pelaku) empat orang dan badannya besar-besar,’’ cerita Zainal saat melaporkan kasus ini ke Polsek Siman.

Zainal pun tak menyangka bakal seapses ini. Dari Pasar Ternak Jetis, sapi ternaknya laku Rp 22,5 juta. Namun, si pembeli baru memberikan uang Rp 15,5 juta kepadanya. Sisanya dibayarkan kemudian hari. Zainal lantas pulang mengendarai sepeda motornya. Saat memasuki Ngabar, Siman, laju motornya tiba-tiba dihentikan sebuah mobil berkelir perak. Zainal yang tak paham jenisnya menduga antara Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Usai berhenti, salah seorang penumpang sok akrab kepada Zainal dan mengaku sebagai Kapolsek Jetis. Zainal diajak masuk ke dalam mobil. Tak disangka, ada empat orang di dalamnya. ‘’Awalnya ditanyai soal kemungkinan ada tidak tanah yang dijual untuk bangun kandang ternak,’’ kata dia.

Zainal yang masih kebingungan langsung dipiting dan dipalak. Zainal yang ketakutan lantas menuruti keinginan pelaku. Diberikanlah Rp 15,5 juta dari hasil penjualan sapi tersebut. ‘’Uang Rp 300 ribu di dompet dan ponsel saya juga diminta,’’ sebutnya.

Zainal sempat dibawa berkeliling sebelum diturunkan di sekitar Taman Wengker, Jalan Raya Ponorogo-Madiun. Sebelum beranjak, para pelaku melempar barang-barang tersisa dan uang receh milik korban. Zainal tak sempat memperhatikan nomor polisi (nopol) mobil. Dia lalu melaporkan kejadian tersebut ke polisi. ‘’Tidak bawa senjata, hanya tangan kosong. Sempat diancam, kalau melapor saya akan dibunuh,’’ tegas Zainal.

Kanit Reskrim Polsek Siman Aiptu Heri Hartono menyebut, korban mengalami kasus perampasan. Karena masih awal, perlu dilakukan pendalaman penyelidikan lebih lanjut. ‘’Akan kami dalami ciri-ciri pelaku berikut kendaraan yang digunakan merampas itu,’’ tegasnya.

Catatan koran ini, kasus serupa sebelumnya pernah terjadi November lalu. Modusnya sama. Bedanya, korbannya adalah calon pembeli sapi di Pasar Ternak Jetis. Kala itu, Katiran, warga Tamansari, Sambit, harus merelakan duit Rp 23 jutanya raib digondol perampok yang membujuknya masuk ke dalam sebuah mobil. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here