Magetan

Disdukcapil Magetan Beri Perlakuan Khusus Desa Pelaksana E-Voting

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perhelatan pilkades serentak masih menyisakan persoalan. Terutama pada desa-desa yang menggunakan sistem elektronik voting (e-voting) pada 27 November mendatang. Saat ini, pendataan calon pemilih tetap belum tuntas. ‘’Butuh perlakuan khusus bagi desa yang menyelenggarakan pilkades e-voting,’’ kata Kepala Disdukcapil Magetan Hermawan Jumat (8/11).

Yang jelas, kata dia, data pemilih tidak ada permasalahan signifikan. Karena seluruh proses pendataan calon pemilih sebenarnya sudah dilalui sesuai tahapan berlaku.  Seperti warga yang masih dalam daftar pemilih sementara (DPS) adalah mereka yang tercatat dalam data pemilih pemilu lalu.

Selanjutnya, data tersebut dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh panitia pilkades. Sebelum kemudian mendapatkan persetujuan dari seluruh calon kepala desa (cakades). ‘’Setelah itu kami tidak memverifikasi lagi. Masing-masing panitia sudah jalan sendiri-sendiri,’’ ujar Hermawan.

Meski begitu, pihaknya tak menampik masih ada sedikit persoalan dalam pendataan pemilih yang sudah dilakukan rekapitulasi. Misalnya dari sekitar 300 ribu pemilih, terdapat beberapa data pemilih yang terselip.

Menurut Hermawan, hal tersebut wajar dalam proses pendataan pemilih. Sebagai tindak lanjut, mereka yang sebelumnya tidak masuk dalam pendataan akan langsung didata sebagai calon pemilih. ‘’Tapi, semua tidak ada masalah berarti. Aman-aman saja setelah ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) dan e-KTP,’’ terangnya.

Berdasarkan data disdukcapil, pemilih terbanyak ada di Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo. Jumlahnya mencapai 5.050 pemilih dengan pembagian lima daerah pemilihan (dapil). Kebetulan desa tersebut juga menerapkan pilkades e-voting.

Sedangkan, jumlah pemilih paling sedikit terdapat di Desa Ronowijayan, Kecamatan Maospati, dengan hanya 672 pemilih. Para pemilih itu tersebar di tiga dapil.

Soal kategori pemilih pemula pada saat hari H pelaksanaan pemungutan suara pilkades nanti, Hermawan menyatakan nihil. Penambahan hanya ada satu pemilih di Desa Baron, Kecamatan Magetan. Itu pun karena yang bersangkutan sebelumnya berdomisili di Madiun. Sehingga, data yang semula dicoret dari Baron kembali dimasukkan. ‘’Desa lainnya tidak ada. Data yang kami sajikan pada awal relatif baik,’’ tandasnya. (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close