Disdikpora Penyumbang Silpa Terbesar

29
SARANA OLAHRAGA: Lanjutan proyek pembangunan Stadion Yosonegoro menjadi salah satu item paket pekerjaan yang berujung silpa.

MAGETAN – Pandangan fraksi DPRD Magetan terhadap besarnya silpa tahun 2018 langsung disikapi oleh BPPKAD. Jumat (14/6), mereka langsung menyodorkan surat ke beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang serapan anggarannya rendah pada tahun lalu.

Kepala BPPKAD Magetan Suci Lestari menyebut salah satu OPD yang menerima surat itu adalah disdikpora. OPD tersebut menjadi penyumbang silpa terbesar tahun lalu. Nilainya mencapai sekitar Rp 10 miliar lebih. Itu bersumber dari gagal lelangnya lanjutan pembangunan Stadion Yosonegoro dan pengadaan buku ilmu pengetahuan (selengkapnya lihat grafis). ‘’Karena gagal lelang, jadi tidak bisa dilaksanakan,’’ katanya.

Setelah disdikpora, ada BPPKAD. Silpa berasal dari belum terserapnya dana bansos dan hibah yang masuk dalam realisasi belanja operasi. Saat itu, nilainya sebesar Rp 1,37 miliar. Tetapi, hanya terserap Rp 1,26 miliar.

Selanjutnya ada DPUPR, Dinkes, DLH, Disperindag yang juga menyumbang silpa. Hanya, Suci enggan membeber berapa persis silpa masing-masing dinas tersebut. Yang jelas, pihaknya sudah mengirimkan kuesioner kepada mereka. ‘’Asistensi kami lakukan untuk dibahas bersama OPD-OPD yang tidak maksimal (dalam penyerapan anggaran) tersebut,’’ terang Suci.

Sementara, saat dikonfirmasi, Kadisdikpora Magetan Djoko Santoso berdalih besarnya silpa itu merupakan bagian dari efisensi anggaran. Lagi pula dana itu tidak terserap bukan karena hilang, tetapi kembali masuk ke kasda. ‘’Untuk efisiensi, bukan karena kami tidak ingin menggunakannya,’’ dalihnya.

Misalnya, pada lanjutan pembangunan Stadion Yosonegoro. Dana sebesar Rp 5 miliar untuk kegiatan itu dikembalikan ke kasda. Karena paket kegiatan tersebut mengalami gagal lelang. Persoalan berbeda terjadi pada pengadaan bangunan gedung tempat pendidikan sebesar Rp 2,48 miliar. Pekerjaan itu sengaja tidak pihaknya laksanakan pada tahun lalu. Karena waktu pelaksanaannya mepet dengan akhir tahun. Paket pekerjaan itu masuk pada PAK 2018. ‘’Karena pada saat itu juga masih sibuk pilkada, jadinya waktunya molor,’’ terangnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here