Disbudparpora Kaji Rencana Perubahan Nama Jalan Pahlawan

476

MADIUN – Nama Jalan Pahlawan bakal diganti. Rencana perubahan nama jalan dalam kota itu sedang dikaji oleh dinas kebudayaan, pariwisata, kepemudaan dan olahraga (disbudparpora). Sebelum kemudian dimintakan persetujuan ke wali kota.

Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agoes Poerwowidagdo mengatakan, usulan perubahan nama Jalan Pahlawan itu berlaku mulai dari perempatan gereja Santo Cornelius sampai dengan perempatan Tugu. Adapun jalan itu nanti diubah menjadi nama tokoh daerah asal Madiun. ’’Konsep awal kami adalah (diubah) menjadi Jalan Ronggojumeno,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (5/2).

Selain mengubah nama jalan yang sudah bertahan sejak 2002 itu, disbudparpora juga mengusung konsep penataan landmark di perempatan Tugu. Seperti merenovasi keberadaan taman dan lampu yang berada di simpang empat tersebut. ‘’Kami bangun tugu yang menggambarkan tentang sejarah Kota Madiun. Sehingga, bisa menjadi ikon daerah,’’ ungkap mantan kepala DPPKAD itu.

Agoes mengungkapkan rencana perubahan nama jalan itu menjadi salah satu cara mendongkrak budaya daerah. Karena setahu dia hampir seluruh jalan dalam kota diberi nama-nama tokoh pahlawan. Belum ada yang mengangkat tokoh asal Madiun. ’’Tapi, sementara project kami hanya satu jalan dulu. Kami cari jalan yang namanya nanti diubah tidak membuat gaduh masyarakat Kota Madiun,’’ ujarnya.

Sebab, menurut dia, Jalan Pahlawan notabenenya merupakan pusat perdagangan dan pemerintahan. Sehingga, masyarakat tidak perlu merubah identitas kependudukan dan sertifikat hak milik (SHM). Belum lagi SIM, STNK, BPKB, rekening bank, paspor, visa, hingga kartu pegawai bagi aparatur sipil negara (ASN). ‘’Kan di sepanjang Jalan Pahlawan itu banyak perkantoran dan bisnis. Jadi, Insya Allah akan lebih mudah untuk mengesekusinya (pergantian alamat usaha),’’ tutur Agoes.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub), dinas perdagangan, satpol PP dan DPUTR untuk membantu sosialisasi kepada para pelaku usaha terkait rencana perubahan nama Jalan Pahlawan itu. ’’Kami harus menampilkan ketokohan daerah. Ini nyambung dengan city branding Kota Madiun, sebagai Kota Karismatik yang menampilkan inner beauty dari ketokohan sejarah dan budaya daerah,’’ terangnya.

Namun demikian, Agoes menegaskan perubahan nama Jalan Pahlawan menjadi Jalan Ronggojumeno itu belum final. Yang jelas, pihaknya masih bakal melakukan kajian mendalam terkait rencana tersebut. Termasuk berkoordinasi dengan akademisi, pakar budaya, sejarahwan serta tokoh masyarakat.

Sebab, masih ada sejumlah tokoh daerah asal Madiun yang disebutnya pantas dijadikan sebagai nama jalan. Seperti Retno Dumilah dan Sentot Prawirodirdjo. ’’Tokoh-tokoh daerah itu coba kami angkat menjadi ikon di Kota Madiun,’’ kata Agoes.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan perubahan nama Jalan Pahlawan itu sebagai bentuk strategi pengembangan pariwisata daerah. Terutama dari tampilan seni dan budaya lokal. Karena di Kota Madiun tidak ada sumber daya alam (SDA) yang bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata untuk mendongkrak kunjungan. ‘’Makanya konsep pembangunan ikon di perempatan Tugu nanti seperti (menara) yang ada di gereja (Santo Cornelius) atau Balai Kota,’’ ungkapnya.

Hanya konsep itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Pihaknya bakal intens berkomunikasi dengan pakar budaya dan sejarahwan Kota Madiun apa baiknya monumen yang pas dibangun di perempatan Tugu nanti. ’’Saya minta masukan dari berbagai pihak. Kami juga menggandeng dari UGM untuk merancang desain tugu tersebut,’’ terang Agoes.

Yang jelas, dia menginginkan bangunan itu nantinya harus bisa menjadi landmark atau ikon daerah. Serta mengandung unsur nilai sejarah Kota Madiun. Seperti halnya tugu pahlawan di Surabaya serta patung Dewi Songgolangit di Ponorogo. ‘’Kami berharap itu (perubahan nama jalan dan pembangunan ikon tugu) bisa terealisasi tahun ini,’’ tandas Agoes. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here