Disambut Banner Nyinyir, Sandi Tanggapi Santai

595

MADIUN – Safari kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 calon wakil presiden (cawapres) nomor 02 Sandiaga Salahuddin Uno di Kabupaten Madiun mendapat sambutan kurang hangat. Tiga lembar banner nyinyir dialamatkan untuk pasangan calon presiden Prabowo Subianto tersebut. Spanduk berisi ucapan selamat datang namun tetap mendukung pasangan calon (paslon) nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu terpasang di Desa/Kecamatan Dolopo dan Desa Purworejo, Geger.

Rombongan Sandiaga melintasi banner tersebut saat perjalanan menuju industri perakitan alat pertanian di Desa Mlilir, Dolopo. Dua lembar spanduk di Desa Purworejo terpasang di jembatan sisi barat. Sedangkan di Desa Dolopo berada di pertigaan, tepat di depan bekas kantor PLN Dolopo. Banner 2×1 meter itu terikat pada batang pohon jambu dan tiang reklame. ‘’Saya baru ngeh kalau tulisan di banner itu sindiran,’’ kata Agus, salah seorang karyawan toko bangunan di utara lokasi.

Sepengetahuannya, banner tersebut telah terpasang sejak toko buka pukul 08.30. Dia menduga pemasangan dilakukan Selasa malam (5/1). Sebab, sejak Senin pagi hingga sore banner tersebut belum terpasang. ‘’Kurang tahu siapa yang memasang,’’ ujarnya.

Sandi -sapaan Sandiaga Uno- menanggapi santai tiga buah banner tersebut. Menurut dia, konteks isi spanduk tetap menyambut kehadirannya, bukan penolakan. Sedangkan yang lainnya merupakan bentuk dari pesta demokrasi. Masyarakat bebas menentukan pilihan sesuai kata hati. ‘’Bebas memilih kami atau lainnya,’’ katanya usai acara.

Sementara Bawaslu Kabupaten Madiun Nur Anwar menganggap banner tersebut bukan pelanggaran. Sebab, tidak masuk kriteria alat peraga kampanye (APK) yang memuat unsur kampanye. Kalimat di dalamnya juga tidak memuat unsur provokatif atau ujaran kebencian. Itu hasil konsultasi dengan koordinator divisi hukum Bawaslu Jatim. ‘’Banner itu bentuk ekspresi pendukung,’’ ujarnya.

Kendati tidak masuk kategori pelanggaran, bawaslu mempersilakan melapor bagi pihak yang merasa tersinggung. Artinya, ada yang merasa dirugikan atas keberadaannya. ‘’Akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,’’ ucapnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here