Dirut Baru Perusda Harus Berani Berinovasi

81
BERI PESAN: Yuwono Kartiko bersama Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono dalam acara pelantikan direktur perusda di Pendapa Wedya Graha kemarin (15/3).

NGAWI – Ekspektasi besar diharapkan DPRD Ngawi terhadap kinerja Dwi Indarto dan Anang Aprihanto Nugroho. Setelah keduanya resmi dilantik menjadi direktur baru PD Sumber Bakti dan PDAM Tirta Darma oleh Bupati Budi ”Kanang” Sulistyono kemarin (15/3). ‘’Kami berharap mereka bisa menjalankan apa yang sudah dipesankan oleh Pak Bupati,’’ kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Ngawi Yuwono Kartiko.

Ada dua hal yang ditekankan bupati kepada Dwi Indarto dan Anang Aprihanto Nugroho selepas dilantik. Misalnya, harus ada diferensiasi di PDAM Tirta Darma. Serta pengembangan usaha bagi PD Sumber Bakti.

Menurut anggota dewan yang akrab disapa King itu, kedua hal tersebut bisa menjadi pedoman. Supaya PD Sumber Bakti yang dipimpin oleh Anang Aprihanto Nugroho dan PDAM Tirta Darma di bawah kendali Dwi Indarto ke depannya bisa berjalan optimal. ‘’Saya rasa itu memang paling penting yang harus dilakukan direktur yang baru,’’ ungkapnya.

King mencontohkan, dirut PDAM yang baru harus punya gebrakan dan inovasi. Seperti menciptakan pasar dan produk baru. ‘’Tapi, saya rasa direktur terpilih itu mampu melakukannya,’’ ujar legislator PDIP tersebut.

Begitu juga pada posisi dirut PD Sumber Bakti yang baru. King berharap Anang Aprihanto Nugroho mampu menciptakan marketplace baru untuk mengembangkan unit usahanya. Karena baik PDAM maupun PD Sumber Bakti dituntut mampu memberikan profit pada pendapatan asli daerah (PAD). ‘’Tapi, untuk mencapai hal itu, saya rasa perlu ada perbaikan dulu dari sisi manajemen ketenagakerjaannya, terutama untuk PDAM,’’ paparnya.

King menekankan, jangan sampai penataan tenaga kerja hanya berdasar like and dislike. Namun, ditentukan berdasar kompetensi. Termasuk kualifikasi jenis kelamin dan usia untuk menentukan job desk karyawan. ‘’Semua kan sudah ada regulasinya. Ya itu yang seharusnya digunakan,’’ tutur King.

Di samping itu, dia berharap dewan pengawas tidak bersikap pasif. Seperti hanya menunggu laporan evaluasi semester dari kedua perusda tersebut. Tapi, dewan pengawas dituntut menjalankan sistem pengawasan secara berkala. Dengan tujuan kinerja dua perusda itu sesuai dengan yang diharapkan. ‘’Jadi, bisa diketahui nanti progres perusahaannya seperti apa, kendala-kendalanya apa saja,’’ ungkapnya. (tif/c1/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here