Ponorogo

Diprotes, Gladi Bersih Pilkades Madusari Diundur

PONOROGO – Gladi bersih Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) Madusari, Siman, Ponorogo terpaksa mundur dari waktu yang ditentukan. Itu setelah salah satu anggota Badan Permusyawatan Desa (BPD) setempat dan saksi melayangkan protes. Mereka merasa tidak diundang dalam proses pelipatan dan penyegelan surat suara.

Anggota BPD mencurigai terkait keabsahan surat suara tersebut. Mereka menduga ada sebagian surat suara tercoblos sebelum dilakukan pencoblosan yang rencananya dilakukan Senin (20/5). ‘’Kami curiga ada surat suara yang dicoblos lebih dulu,’’ tegas anggota BPD Madusari, Muhammad Yani.

Dengan alasan tersebut, BPD dan saksi menuntut proses pelipatan dan penyegelan surat diulang kembali. Dengan menghadirkan anggota BPD dan saksi dari masing-masing tim cakades. Agar transparan dan tidak ada kecurangan. ‘’Kalau seperti ini adil, tidak memberatkan salah satu pihak,’’ lanjutnya.

Protes itu dilayangkan saat pelaksanaan gladi bersih pilkades, kemarin (19/5). Sehingga gladi bersih terpaksa diundur lantaran waktunya digunakan untuk pengulangan proses pelipatan dan penyegelan surat suara. ‘’Supaya tidak ada kecurangan,’’ ungkapnya.

Ketua Panitia Pilkades Madusari, Sarjuni membantah tudingan tersebut. Menurutnya, sebelum pelipatan dan penyegelan surat suara, pihaknya telah mengundang BPD dan saksi. Namun, dalam rapat pembahasan itu BPD dan saksi menyerahkan sepenuhnya kepada panitia. ‘’Ada notulensinya, karena itu kami kerjakan. Sudah ada persetujuan dari BPD dan saksi,’’ tepis Sarjuni.

Sarjuni menambahkan ketentuan tentang siapa yang melipat tidak diatur dalam Perbup dan Perdes. Kendati demikian, pihaknya tetap melayangkan undangan. Ternyata, perwakilan dari anggota BPD tidak ada yang hadir. ‘’Kami undang juga saksi kedua calon, Bhabinsa dan Bhabinkantibmas,’’ tegasnya.

Demi menghindari konflik, panitia pelaksana pun menyetujui usulan anggota BPD untuk dilakukan proses pelipatan surat suara ulang. Sekaligus membuktikan bahwa tidak ada kecurangan yang dilakukan dalam pelaksanaan pilkades. Termasuk dalam proses pelipatan dan penyegelan surat suara. ‘’Kami ulang dan kami buktikan tidak ada surat suara yang dicoblos duluan,’’ imbuhnya.

Pilkades di Desa Madusari diikuti dua calon, salah satunya incumbent telah menjabat dua periode sebelumnya. Sedangkan data pemilih ada 1.754 orang yang terbagi tiga dusun; Majasem, Durungan dan Bantaran. ‘’Sebenarnya cukup mengganggu. Gladi bersih terpaksa diundur gara-gara proses yang diulang tersebut,’’ ucapnya. (mg7/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close