Dipasang Rumpon Sembarangan, Nelayan Pringkuku Kian Sulit Cari Ikan

27
SELESAI MELAUT: Sejumlah nelayan Desa Watukarung, Pringkuku, Pacitan, bahu-membahu mendorong kapal ke daratan pantai.

PACITAN – Hasil tangkapan ikan sejumlah nelayan Desa Watukarung, Pringkuku, Pacitan, merosot dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan itu ditengarai akibat pemasangan rumpon oleh oknum tak bertanggung jawab. Alat penangkap ikan yang diletakkan di tengah laut itu membuat berbagai jenis ikan enggan berenang ke tepian. ‘’Dulu banyak tuna dan cakalang, sekarang jarang ditemui,’’ kata Samsi, salah seorang nelayan setempat, Jumat (5/7).

Samsi mengaku jumlah tangkapan ikan nelayan cenderung turun. Hasil melaut seringkali tidak membuahkan hasil. Kemarin misalnya, dari 10 rombongan nelayan, hanya tiga yang membawa ikan dalam jumlah banyak. ‘’Kemungkinan ada kapal besar yang memasang rumpon sembarangan,’’ ujarnya.  

Tidak hanya ikan, lanjut dia, nelayan juga kesulitan memperoleh lobster besar imbas pemasangan rumpon. Seperti yang berbobot satu kilogram. ‘’Padahal harganya bisa lebih dari Rp 1 juta,’’ ungkapnya.

Situasi sulit yang dialami Samsi diperparah dengan cuaca tak menentu dalam beberapa bulan terakhir. Gelombang setinggi lima hingga enam meter sering datang tak terduga. Karenanya, banyak nelayan memilih menunggu ketika cuaca betul-betul bersahabat. Waktu melaut juga dibatasi tidak lebih dari empat jam. ‘’Dampaknya pendapatan turun, tapi mau bagaimana lagi karena taruhannya nyawa,’’ ujarnya. (gen/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here