AdvertorialNgawi

Dinsos Ngawi Dituntut Jeli Verval Data Kemiskinan

NGAWI – Dinas Sosial (Dinsos) Ngawi dituntut cermat dan jeli dalam bekerja. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu haram melakukan kesalahan dalam membangun basis data yang valid. Memasukkan warga yang tidak miskin dan melewatkan warga miskin yang seharusnya ter-cover. ‘’Kesalahan memengaruhi ketepatan penerima bantuan sosial,’’ kata Kepala Dinsos Ngawi Tri Pujo Handono.

Dinsos mengajak kepala desa (kades) dan lurah berpartisipasi memverifikasi dan memvalidasi data warga miskin di tempat tinggalnya. Proses tersebut dilakukan lewat musyawarah yang hasilnya diunggah pada sistem informasi kesejahteraan sosial new generation (SIKS-NG). ‘’Nanti divalidasi Kementerian Sosial (Kemensos) enam bulan sekali,’’ ujarnya.

Tri memetakan beberapa strategi untuk mengurai masalah kemiskinan. Yakni, mengurangi beban pengeluaran serta meningkatkan pendapatan atau meningkatkan daya beli warga miskin. Strategi itu diterapkan lewat program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT). Juga pelatihan terhadap kelompok usaha bersama (KUBE), karang taruna, dan penyandang disabilitas. ‘’Kalau problem PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial, Red) diurai lewat rehabilitasi, perlindungan, penjaminan hak, dan pemberdayaan,’’ sebutnya.

Tri menyatakan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaganya tersebut tidak bisa berjalan tanpa ada sinergi dengan lainnya. Baik lingkup pemkab maupun lembaga non pemerintahan. ‘’Bupati juga terus membimbing dan menguatkan kami,’’ tuturnya. (tif/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close