Dinkes Skrining Kesehatan Lansia

98

MADIUN – Kesehatan warga lanjut usia (lansia) di Kota Madiun mendapat perhatian Pemerintah Kota Madiun. Salah satunya dengan menerapkan pelayanan skrining kesehatan minimal setahun sekali bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun dr Ismudoko mengatakan, program skrining lansia itu merupakan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan yang dijalankan oleh pihaknya sesuai dengan Permenkes RI Nomer  43/2016. ‘’Sejak awal Januari kami sudah lakukan skrining lansia. Skirining ini merupakan deteksi dini terhadap permasalahan kesehatan lansia, sehingga pada nantinya bisa dilakukan intervensi,’’ katanya kemarin (11/4).

Adapun skrining lansia itu meliputi deteksi hipertensi dengan mengukur tekanan darah. Lalu, deteksi diabetes melitus dengan pemerikasaan kadar gula darah. Serta, deteksi kadar kolestrol dalam darah dan deteksi gangguan mental emosional dan perilaku. Pun, pengukuran berat badan hingga lingkar perut juga dilakukan. ‘’Misalnya kalau ada permasalahan pada gula darah, maka harus menerapkan makan dengan prinsip 3 J (tepat jumlah, jenis dan jadwal makan) serta harus cek gula darah secara rutin.  Tapi, kalau normal dan tidak ada masalah , maka tetap perlu menjaga pola hidup sehat,’’ jelas dr Wardani.

Tercatat ada 25.275 orang lansia di Kota Madiun yang perlu mendapat perhatian. Hingga Februari 2019 lalu, sekitar 13 persen lansia sudah melakukan skrining. Wardani menuturkan, seharusnya lansia terskrining 100% hingga Desember 2019, ini bisa dilakukan di puskemas dan posyandu lansia. ‘’Total puskemas di Kota Madiun ada enam, semuanya sudah santun lansia dan ada 135 posyandu lansia yang buka sebulan sekali,’’ terangnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan keseluruhan puskemas itu sudah sesuai standar santun lansia. Di antaranya pelayanan berkualitas, ketersediaan tenaga kompeten, dan pemberian prioritas pelayanan kesehatan pada lansia, serta penyediaan sarana yang aman dan mudah diakses.

‘’Selain itu, pelayanan yang pro-aktif sehingga dapat menjangkau sebanyak mungkin sasaran lanjut usia yang ada di wilayah kerja puskemas. Kemudian koordinasi dengan lintas sektor dan pendekatan siklus hidup,’’ paparnya.

Kendati demikian, Ismudoko mengaku pihaknya tetap memperlukan dukungan dari stakeholder, kader dan partisipasi masyarakat dalam rangka menggerakan sasaran di posyandu lansia sebagai tempat dilakukannya skrining.  Dengan adanya pertemuan peningkatan cakupan penjaringan kesehatan lansia yang dihadiri dr Waritsah dari Dinkes Provinsi Jatim dan 529 peserta diharapkan dapat  meningkatkan jumlah lansia yang melakukan skrining. ‘’Para kader lansia ini diharapkan perannya untuk mengajak seluruh lansia di sekitarnya untuk datang ke posyandu lansia. Ini menjadi salah satu upaya menciptakan lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif,’’ ungkapnya. (dya/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here