Ngawi

Dinkes Ngawi Minta Warga Tak Remehkan DBD

Jumlah Kasus Turun, Persentase Kematian Naik

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pandemi Covid-19 tengah melanda. Namun, warga tidak boleh melupakan bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD). Meski jumlah kasusnya tahun ini jauh di bawah 2019 lalu, persentase angka kematiannya lebih tinggi.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Ngawi Djaswadi menjelaskan, sepanjang lima bulan pertama tahun lalu terdapat 1.236 kasus DBD. Dari jumlah itu, tiga pasien meninggal. Sedangkan periode Januari-Mei juga merenggut nyawa tiga pasien, namun kasusnya hanya 249. ‘’Ini harus menjadi perhatian,’’ ujarnya Kamis (25/6).

Dia mengaku belum mengetahui penyebab tingginya persentase kematian kasus DBD tahun ini. Djaswadi hanya menyebut pasien meninggal biasanya karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan dan puskesmas terlambat merujuk ke rumah sakit. ‘’Yang ketiga, faktor penanganan dari pihak rumah sakit,’’ tuturnya.

Djaswadi mengatakan, selama ini sejumlah warga memilih memberikan obat penurun panas dari apotek saat mendapati anggota keluarganya mengalami gejala demam. ‘’Ternyata DBD. Demamnya memang turun, tapi penyakitnya tidak hilang. Kebanyakan saat dibawa ke fasilitas kesehatan trombositnya juga sudah dalam kondisi darurat,’’ sebutnya.

Dia menambahkan, pandemi Covid-19 saat ini menjadi fokus utama bidang kesehatan. Kendati demikian, pihaknya tidak mengabaikan potensi kasus DBD. ‘’Kami masih secara rutin melakukan pencegahan seperti fogging dan sosialisasi,’’ pungkasnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close