AdvertorialMagetan

Dinkes Magetan Launching Posyandu Remaja Ponpes Baitul Ulum

Cegah Pergaulan Bebas dan Penyalahgunaan Narkoba

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pos pelayanan terpadu (posyandu) identik dengan balita atau lansia. Namun, posyandu di Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Ulum, Puntukdoro, Plaosan, beda. Anggotanya para remaja. Rentang usia 10-18 tahun. Posyandu Generasi Milenial Sehat dan Cemerlang (Gemilang) itu diresmikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Magetan Titik Suprawoto. ‘’Posyandu ini akan jadi percontohan,’’ kata Titik.

Titik sangat mengapresiasi terobosan Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan tersebut. Sebab, remaja akan lebih terjamin kesehatannya. Apalagi, selama ini pemerintah hanya fokus pada balita dan lansia. Padahal, remaja juga rentan. Dia berharap kecamatan lain bisa menerapkan posyandu remaja. ‘’Ini sangat luar biasa dan harus terus ditingkatkan. Jangan hanya satu dan berhenti di sini,’’ pintanya.

Plt Kepala Dinkes Magetan Furiana Kartini mengatakan, posyandu remaja bisa jadi wadah dan sarana penanganan masalah kesehatan remaja. Pun sebagai langkah preventif agar para remaja tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba. ‘’Selain itu, menemukan alternatif pemecahan masalah dan membentuk kelompok dukungan remaja serta memperluas jangkauan puskesmas,’’ bebernya.

Furi menambahkan, posyandu yang beranggotakan para remaja ini memiliki jiwa kreatif, inovatif, komitmen, sukarela, dan berdomisili di wilayah posyandu. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pendaftaran, pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan, penyuluhan, serta kegiatan soft skill untuk mengasah kemampuan remaja. ’’Ke depan,  posyandu remaja akan disinergikan dengan program Pusat Informasi dan Komunikasi Remaja (PIKR),’’ jelasnya. (ebo/bel/c1/sat/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close