Pacitan

Dinkes Klaim Endemik DBD Hanya di Dua Titik

PACITAN – Wabah demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari lalu diprediksi tak akan berlanjut pada Februari. Indikasinya, jumlah penderita terus menurun sejak awal bulan ini. Dinkes mencatat, pekan pertama lalu terdapat 23 kasus akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. ‘’Melihat dari trennya, kami yakin akan turun,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono kemarin (10/2).

Dinkes mencatat 190 pasien terjangkit DBD sejak awal 2019 hingga pekan ini. Sebanyak 167 kasus di antaranya terjadi Januari lalu. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah tersebut naik signifikan. Pada Januari 2018 lalu hanya 28 kasus. ‘’Kalau dibandingkan memang ada kenaikan dari tahun sebelumnya pada periode yang sama,’’ ujarnya.

Untuk status kejadian luar biasa (KLB), Eko memprediksi kemungkinan tak akan terjadi. Mengingat jumlah penderita semakin berkurang. Pun lokasi endemik hanya di dua titik. Yakni, wilayah Ploso, Kecamatan Pacitan, dan Kecamatan Arjosari. ‘’Di Ploso saja ada 13 kasus sejauh ini,’’ ungkapnya.

Meski belum dipastikan, Eko menduga anomali cuaca awal tahun ini jadi biang tingginya kasus DBD. Curah hujan tinggi diselingi panas terik membuat nyamuk mudah berkembang biak. Kondisi cuaca seperti saat ini biasanya terjadi Maret atau Mei mendatang. ‘’Tapi bisa juga berasal dari warga yang terjangkit di luar daerah dan kembali ke Pacitan,’’ tuturnya.

Terkait pelayanan rumah sakit dan puskesmas, Eko memastikan ruang rawat inap masih tersedia. Meski jumlah pasien tinggi, namun sirkulasi kamar dapat dijaga. Pasien masuk dan keluar masih sebanding. ‘’Tapi tetap akan kami koordinasikan dengan puskemas dan rumah sakit,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bakal terus digalakkan. Hal tersebut terbukti ampuh menekan perkembangbiakan nyamuk. Dia berharap, program satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik) bakal diterapkan. Di samping pemberantasan nyamuk dewasa dengan fogging. ‘’Hingga kini kami pastikan tak ada korban jiwa,’’ klaim Eko. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close