Dinilai Lebih Murah dan Efisien, Pin Emas Dewan Diganti Kuningan

34

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Lencana atau pin emas yang biasa dipakai oleh legislator tidak akan digunakan oleh para anggota DPRD Magetan terpilih hasil Pemilu 2019. Alasannya, karena sekretariat DPRD belum bisa mengadakan untuk anggota dewan terpilih periode 2019–2024. ‘’Pin emas itu diganti oleh (pin berbahan) kuningan. Karena memang lebih murah,’’ kata Plt Sekretaris DPRD Magetan Sujoni Rabu (24/7).

Saat ini pembuatan pin kuningan itu dalam proses penempaan di Surakarta. Di mana harga per item pin kuningan tersebut sebesar Rp 200 ribu. Dengan demikian, sekretariat DPRD hanya cukup mengalokasikan anggaran sekitar Rp 9 juta untuk pengadaan pin kuningan bagi 45 anggota DPRD Magetan periode 2019–2024.

Sujoni mengungkapkan, kondisi itu jauh berbeda apabila melakukan pengadaan pin emas. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 135 juta untuk mencukupi seluruh pin emas para anggota dewan dengan berat 5 gram dan harga rata-rata Rp 3 juta. Menurut dia, itu merupakan bagian dari regulasi baru. ‘’Sebenarnya aturan ini belum final. Kami masih menunggu,’’ ujarnya.

Pihaknya masih menanti terbitnya surat edaran (SE) dari mendagri terkait lencana atau pin emas anggota dewan itu. Namun, sebagai bentuk antisipasi, Sujoni memutuskan untuk mengadakan pin duplikat yang terbuat dari kuningan terlebih dahulu. Apalagi jadwal pelantikan anggota dewan terpilih sudah semakin mepet. ‘’Kalau emas itu nanti jadi aset pemkab. Setelah tidak menjabat, harus dikembalikan,’’ terang Sujoni.

Selain pin duplikat berbahan kuningan, pihak sekretariat DPRD juga tengah menyiapkan pakaian dinas bagi para anggota dewan terpilih. Masing-masing wakil rakyat bakal mendapat enam pasang pakaian dinas baru. ‘’Saat ini dalam penjahitan. Proses pengadaannya melalui sistem lelang. Karena di Magetan tidak ada konveksi besar yang bisa menerima orderan banyak dalam waktu singkat,’’ paparnya.

Masing-masing pakaian harga dinas itu dibanderol berbeda. Paling mahal adalah jenis pakaian sipil lengkap (PSL) dan pakaian khas Jatim dengan harga Rp 2 juta untuk satu setel. Selain dua pakaian dinas itu, para anggota dewan terpilih juga bakal mendapat dua setel pakaian sipil harian (PSH) dengan harga Rp 1,65 juta per satu setel.

Sujoni menerangkan, penentuan harga itu sudah sesuai dengan Perda 6/2017 tentang Pelaksanaan Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Magetan. ‘’Biaya tersebut sudah termasuk ongkos jahit, pajak sebesar 17,5 persen, uji laboratorium, dan biaya umum lain,’’ urainya.

Sesuai rencana, pelantikan para anggota DPRD Magetan terpilih dilakukan pada 23 Agustus mendatang. Di mana, prosesi pengambilan sumpah janji bakal dilakukan oleh ketua Pengadilan Negeri Magetan. ‘’Jika ketua pengadilan negeri tidak bisa, digantikan oleh wakil ketua. Jika berhalangan bisa dilakukan oleh hakim senior yang sudah ditunjuk,’’ jelas Sujoni. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here