Dindik-Sekolah Waswas Tender Proyek Relokasi Gedung Terdampak Waduk Tukul Belum Klir

23
PULANG SEKOLAH: Pelajar SMPN 4 Arjosari Satu Atap usai mengikuti KBM Senin (16/9).

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Rencana relokasi SDN 2 Karanggede dan SMPN 4 Arjosari Satu Atap meleset dari jadwal. Imbasnya, masa pelaksanaan proyek terancam dipangkas. Pun pihak sekolah khawatir waktu peminjaman gedung lama segera habis. ‘’Sampai sekarang proses lelang belum klir,’’ kata Kasi Sarpras Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Wahyono Senin (16/9).

Setelah pembebasan lahan selesai akhir Juli lalu, seharusnya proyek pembangunan gedung sekolah baru dimulai pertengahan September ini. Nyatanya, pihaknya belum menerima laporan proses lelang proyek relokasi dua lembaga pendidikan terdampak Waduk Tukul itu. ‘’Informasinya hari ini (kemarin, Red) penetapan tender. Tapi, belum ada kabar,’’ ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, menurut Wahyono, pelaksanaan proyek kemungkinan baru akan dimulai awal Oktober. Sehingga, hanya menyisakan waktu sekitar tiga bulan sebelum masa peminjaman gedung sekolah lama berakhir Desember nanti. ‘’Akan dilakukan pengurangan waktu pelaksanaan proyek,’’ ujar Wahyono.

Awalnya, pelaksanaan proyek ditetapkan selama 90 hari. Namun, rentang waktu tersebut bakal dipangkas lima hari jadi 85 hari. Rencana tersebut disiapkan lantaran masuk anggaran 2019. Pelaksanaan tidak boleh melewati tahun tersebut. ‘’Kekhawatiran pasti ada. Termasuk kualitas bangunan. Karena itu, kami akan terus mengontrol,’’ tuturnya.

Kepala SMPN 4 Arjosari Satu Atap Arif Triatmoko berharap gedung sekolah baru segera terwujud. ‘’Khawatir kalau sampai Desember nanti belum selesai. Mau dikemanakan KBM (kegiatan belajar-mengajar, Red)-nya?’’ tanya Arif.

Setidaknya, lanjut Arif, KBM bisa pindah pertengahan Desember. Pasalnya, waktu tersebut krusial bagi dunia pendidikan. Yakni, menjelang pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Itu waktu untuk persiapan. ‘’Kaitannya dengan kondusivitas agar KBM berlangsung maksimal,’’ ujar Arif.

Arif tidak bisa membayangkan bagaimana repotnya jika pindahan ke sekolah baru mepet akhir Desember. Rencananya, SMPN 4 Arjosari Satu Atap mendapat jatah tiga ruag kelas. Sehingga, butuh persiapan lebih dulu agar KBM berjalan normal. ‘’Membuat sekat perpustakaan, laboratorium komputer untuk UNBK, dan ruang guru, butuh waktu juga itu,’’ ungkapnya. (den/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here